Lidiana Bunyamin – ‘Ini Anak Mandiri Banget’

433

Article Top Ad

MEMILIKI anak berbakat adalah sebuah anugerah. Di tangan seseorang yang memahami anugerah, bakat itu sesuatu yang disyukuri, diarahkan, dikem bangkan, menuju penyempurnaan. Berikut bincang singkat dengan Lidiana Bunyamin, guru piano

sekaligus orangtua dari Nathasia Djong.

 

Article Inline Ad

Bagaimana perasaan ibu punya putri berbakat musik?

Saya sangat bahagia sekaligus sangat bangga, dan bersyukur karena di usia Nathasia yang belia, dia memberikan banyak inspirasi kepada teman-teman seusianya untuk bermain musik dan menyukai musik.

 

Sejak kapan bakat musik Nathasia mulai terlihat?

Sejak usia 2,5 tahun Nathasia sudah mulai tertarik den gan musik. Saya ingat bagaimana dia ikut memperhatikan saya ketika sedang mengajar. Dan ketika saya sudah selesai mengajar, Nathasia langsung duduk di kursi piano dan memainkan jari-jarinya di atas tuts piano. Saya tersenyum melihatnya..

 

Bagaimana Nathasia memperlihatkan bakat musiknya?

Dengan mendengarkan lagu anak-anak dia mampu memainkannya secara langsung di piano tanpa partitur, hearing dia sangat bagus sekali. Dan itu terus berlanjut ke tahap dimana tanpa melihat namun dia bisa memainkan rhythm dan melodi pendek yang saya mainkan secara acak diusia dia 3 tahun.

 

Apa yang kemudian ibu lakukan melihat bakat musik Nathasia?

Saya membimbing dia, karena memang saya melihat antusiasmenya yang besar dengan musik. Setiap malam selesai saya mengajar, selalu saya luangkan waktu untuk temanin dia latihan.

 

Bagaimana cara ibu mengajar Nathasia?

Sama seperti saya mengajar murid saya pada umumnya, berikan partitur lalu dia membaca dan berlatih.

 

Bagaimana ibu mengarahkan bakat musik nathasia, mengingat sebagai anak kecil, banyak memiliki kemauan dan keinginan?

Tidak sulit mengarahkan Nathasia, karena Nathasia pribadi sangat menyukai musik tidak hanya piano. Nathasia juga berprestasi di bidang vocal dan violin. Serta sangat bagus dikelas ballet. Setiap hari dia sudah tau tugas dia apa aja , dia akan menyelesaikan semua latihan dia baru dia akan menyalakan TV. Saya berpikir dalam usia yang masih belia, ini anak mandiri banget hahaha….

 

Mengapa ibu memberikan banyak kegiatan musik kepada Nathasia?

Nathasia belajar musik atas kemauan dia sendiri. Dia sendiri me-request untuk belajar ini itu hahahaha…

Apa tujuan ibu memberikan banyak kegaiatan musik ke Nathasia?

Yang jelas sebagai bentuk dukungan orangtua kepada anaknya. Saya melihat dia memiliki bakat dan kesenangan di musik, dan itu harus saya bantu dengan memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi Nathasia untuk mengeksplor bakat, minat dan kemampuanya.

Jadi, mendukung setiap keputusan dan kemauan Nathasia selagi saya mampu, saya akan terus berusaha semampu saya bekerja keras demi masa depan Nathasia. Dengan dia belajar musik dia bisa mengontrol emosi dia serta dia akan lebih mandiri di setiap hal.

 

Pernahkah Nathasia mengalami saat-saat jenuh? Bagaimana ibu mengatasinya?

Yang saya rasakan sih belum pernah Hahaha…

 

Apa rencana jangka panjang terhadap Nathasia?

Saya selalu mendukung semua kemauan dia untuk belajar, yang paling penting dia belajar dengan bahagia dan karena dia suka bukan karena terpaksa. Itu yang paling penting. Dia

harus bisa tau bersyukur dan bahagia. Dengan begitu dia akan membawa banyak berkat untuk sekeliling dia.

 

Ibu sendiri mulai belajar musik sejak kapan?

Saya mulai belajar piano saat usia 7 tahun di Medan Musik Bersama Miss Erny Insan di lanjut Miss Lim Un Hin, pertama kali mengetahui piano karena saat itu saya menonton film ada seorang gadis cantik pintar sekali memainkan piano, sejak saat itu saya tertarik dan saya meminta almarhum papa saya untuk biarkan saya les. Sampai saya kuliah di Jakarta, saya

usahakan selalu ada waktu untuk latihan di kampus.Lulus kuliah saya bekerja di salah satu perusahaan besar di Jakarta yang bergerak di bidang label. Namun ujung-ujung nya pang-

gilan hati tetap di bidang musik hahaha… Sy mencoba mela mar kerja di Purwacaraka Music Studio serta saya pernah mengajar di Yamaha Music. Saat itu Yamaha pusat meminta

saya mengajar di Singapore pada tahun 2005 dengan murid 50 anak, namun orangtua saya tidak mengizinkan karena terlalu banyak khawatir. Maklum anak kesayangan hahaha… Saat ini saya mengajar di rumah sejak Nathasia lahir karena saya berkomitmen saya akan mengurus Nathasia dengan tangan saya sendiri tanpa bantuan baby sister.

 

Menurut ibu, mengajar musik itu karena panggilan jiwa ibu? Atau sekedar hoby?

Menurut saya sih dua-duanya…ya panggilan jiwa…ya juga karena hoby. Panggilan jiwa dengan hobby bedanya tipis ya hahaha… dengan adanya hobby kan jadi panggilan jiwa. Saya

pikir kombinasi dua hal ini, antara panggilan jiwa dan hoby, menjadi sebuah kekuatan bagi saya untuk berkarier di dunia pengajaran musik, khususnya piano

 

Apa suka duka ibu sebagai pengajar musik?

Saya senang sekali ketemu anak- anak dengan berbagai karakter. Murid- murid saya juga bisa menjadi temen bahkan dekat seperti saudara.. Saya benar- benar enjoy dan suka sekali

mengajar sambil membina hubungan baik antara guru dan orangtua murid.

 

Ibu lebih suka mengajar anak-anak atau dewasa?

Dua dua nya saya senang. Anak-anak itu lucu polos dan menyenangkan sedangkan murid dewasa bisa seperti saudara dan teman. Mereka leluasa bercerita dan meminta pendapat

saya soal apa saja yang mereka alami di luar kegiatan belajar mengajar. Melalui mengajar piano, saya merasakan adanya ikatan emosi saya yang dekat dengan murid –murid saya,

demikian juga dengan orangtuanya. Tiba-tiba saya jadi banyak saudara hahaha…

Bagaimana pandangan ibu terhadap kompetisi musik?

Saya melihatnya dari sisi positif, bahwa kompetisi musik sangat bagus ya. Paling tidak ini bisa memotivasi murid-murid untuk lebih giat berlatih.

 

Bagaimana dengan kekalahan dan kemenangan dalam se buah kompetisi?

Saya kira tidak masalah. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dalam hidup ini kan hanya ada dua kemungkinan. Kalau gak kalah, ya menang. Bahagia dan sedih, sehat dan sakit, dan sebagainya. Hari ini menang, besok kalah. Besok lagi menang, begitu seterusnya. Biasa saja. Melalui kompetisi musik, sejak dini anak belajar untuk siap menerima dan merasakan dua hal yang saling kontradiksi itu. Nggak bisa kita maunya menang terus. Bahagia terus. Kekalahan hari ini menjadikan semangat untuk menang di esok hari. Demikian juga kemenangan hari ini, bukan berarti esok kitatidak akan kalah, karena masih ada langit di atas langit.

 

Menurut ibu, pengajaran musik yang baik itu seperti apa?

Belajar mengajar itu akan menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan dari hati. Memahami karakter anak serta membuat mereka selalu semangat dan senang jika kelas piano telah tiba

 

Di masa pandemi ini, bagaimana ibu mengajar musik?

Di Jakarta saya masih mengajar tanpa kendala secara offline, kebetulan semua ortu murid saya sangat amat menjalankan protocol kesehatan di rumah maupun di luar rumah. Saya hanya mengajar online untuk beberapa murid saya yang telah pindah ke Australia sejak pademi. Selebihnya semua saya offline.

 

Menurut ibu, bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan para guru musik dimasa pandemi ini?

Masa pademi ini ada masa masa super buat kita , waktu kita jauh lebih banyak daripada biasa karena kita tidakperlu ke sekolah dan macet-macetan di jalan. Semua serba praktis. Saat inilah sebenarnya guru-guru harus mensupport dan menjelaskan ke ortu murid bahwa pakai lah masa-masa ini untuk berlatih karena saya yakin semua anak-anak waktu luangnya

jauh lebih banyak.

 

Bagaimana pandangan ibu terhadap pengajaran on line?

Saat ini dan kedepan , semua perlahan akan beralih ke virtual karena praktis. Atau paling tidak, pengajaran virtual akan bisa menjadi pelengkap dari pengajaran tatap muka, meski memang belajar online harus di dukung sarana dan prasarana canggih, misalnya internet yang bagus dari kedua belah pihak.

 

Apa hikmah yang ibu ambil dari adanya pandemi ini, dalam kaitannya dengan profesi guru musik?

Wah.. ini saya pribadi merasakan lonjakan jadwal ngajar yang luar biasa, Ini artinya jika kita bisa mengelola waktu dan memberi motivasi ke orang-orang, mereka akan membuka pikiran bahwa masa pademi ini bukan akhir segalanya, namun ini adalah sesuatu yang bagus loh buat kita. Banyak kompetisi di luar negeri yang bisa kita ikuti tanpa keluarin tiket

pesawat dan hotel dan tentunya sangat irit waktu kita, dan yang terpenting jangan meneyerah, terus bersemangat …

 

Apa harapan ibu ke depan?

Yang pasti saya dan banyak orang di dunia ini berharap se moga pandemi ini lekas berakhir, dan kehidupan berjalan seperti biasa sebelum pandemi. Kedua, dalam keterbatasan di

masa pandemi ini, jangan membuat kita menyerah. Tapi sebaliknya, harus tetap semangat dan kreatif. (eds)

Article Bottom Ad