Lily Mariana

74

Article Top Ad

Bagi Lily Mariana, tujuan terpenting dalam pelajaran piano adalah menumbuhkan kenikmatan musik yang bertahan seumur hidup. Karenanya, siswa perlu menjadi musisi dalam diri mereka sendiri. Untuk mendidik siswa menjadi seorang musisi dalam diri mereka sendiri itulah, guru harus terus berupaya mengembangkan keunggulan dalam segala hal yang dilakukan dalam pelajaran piano. Berikut bincang singkat dengan guru piano yang juga pimpinan Cantabile Music School di Pekanbaru ini

Bagaimana masa kecil Anda dan bagaimana Anda terhubung dengan musik?
Mama saya menyukai musik, Secara otodidak dia bisa memainkan beberapa jenis alat musik, Dia mempunyai cita-cita bisa menjadi pemusik tapi tidak kesampaian karena pada jaman dulu tidak ada kesempatan untuk belajar musik, maka dia wujudkan impian itu ke saya.

Article Inline Ad

Sejak kapan mulai belajar musik?
Saya mulai belajar Electone pada usia 9 tahun sampai SMP dibawah bimbingan Ibu Esther yang sekarang berdomisili di USA. Saya melanjutkan S1 di UPH Conservatory jurusan Piano Performance dibawah bimbingan Bpk. Iswargia Renaldi Sudarno, Saya sempat mengambil 2 semester jurusan komposisi dibawah bimbingan Almarhum. Victor Nadapdap dan mengikuti masterclas selama berkuliah di UPH dengan Prof. Prinz dan Hansjorg Koch.

Sejak kapan mulai mengajar?
Saya mulai mengajar musik sejak kuliah tahun ketiga sekitar tahun 2023 dan setelah tamat kuliah, saya sempat mengajar di Pekanbaru selama kurang lebih 2 tahun sambil mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri. Disini saya baru mulai merasakan adanya panggilan dalam mengajar. Saya merasakan kebutuhan adanya sekolah musik yang bisa memenuhi standart musik yang memadai. Sudah ada keinginan untuk membangun sekolah musik tapi saya merasa masih perlu pengalaman dan wawasan lebih baik, maka saya memilih merantau ke Singapore selama 2 tahun mengajar piano di Cristofori Music School kurun waktu 2008-2010. Setelah kembali ke Indonesia, November 2010, Cantabile Music School berdiri.

Bagaimana Anda membangun Cantabile?
Awalnya setelah kembali dari Singapore saya memulai membuka sekolah musik dengan dua pengajar, saya dan satu guru biola, seiring dengan perkembangan waktu, banyak guru yang bergabung dan kelas pun bertambah. sampai akhirnya tahun 2018 kita membuka cabang baru dengan Recital Hall yang muat kapasitas kurang lebih 80 sampai 100 orang sehingga acara-acara seperti konser , masterclass dan group lesson bisa diadakan ditempat sendiri tanpa perlu menyewa ruangan di tempat lain. Dan ini adalah impian saya pribadi mempunya recital hall yang bisa memfasilitasi kegiatan dan pertunjukan musik klasik secara rutin tanpa terbeban biaya. Selain konser, kita rutin mengadakan Chamber music series dan juga Seri Musik edukasi.

Apa suka dan duka mengajar musik?
Di Pekanbaru, anak-anak biasanya belajar musik paling lamq sampai SMA, karena setelah tamat mereka akan melanjutkan kuliah diluar negeri atau luar kota. Sukanya adalah saat kita melihat anak murid kita pulang, bertemu dan melihat mereka sedang meniti karir mereka baik yang kuliah musik atau pun tidak, saya percaya satu hal, bahwa pembelajaran musik membuat mereka menjadi lebih baik, dalam menyelesaikan masalah, perseverence dan juga rata-rata karakter mereka pekerja keras. Melihat itu saja, saya merasa bahagia dan bangga. Dukanya ya..gak ingat kalau tiba-tiba ditanya, hehehe… Saya taunya tugas guru ya menabur, ingat positifnya aja, segala profesi ada dukanya pasti.

Menurut Anda, problem apa saja yang banyak Anda hadapi dalam mengajarkan musik?
Yang jelas problem anak-anak di setiap jaman berbeda ya. Jaman sekarang masalah terbesar adalah masalah waktu latihan yang sedikit dan susahnya mencari jadwal les karena kegiatan sekolah dan tugas yang semakin padat. Kalau kerjasama dengan orang tua ya butuh adanya kerjasama mereka bisa memahami kebutuhan anak untuk mempunyai waktu latihan untuk bisa berprogress.

Kadang orangtua murid ikut campur dalam proses pengajaran musik. Bagaimana Anda melihatnya?
Saya berusaha memberikan pengertian sampai mereka bisa mengerti apa tujuan, proses yang harus dilalui, akhir yang mau dicapai. Sampai mereka bisa pahami dulu semua biasanya kalau mereka sudah mengerti, mereka tidak mencampuri proses pengajaran. Tugas orang tua adalah mendukung dan memfasilitasi kebutuhan pendidikan musik anaknya, tidak menuntut hasil saja, tapi memperhatikan proses dan progressnya.

Sebagai guru musik, hal-hal apa yang menjengkelkan dan bagaimana Anda mengatasinya?
Saya biasanya berusaha mengeleminasi sesuatu yang menjengkelkan, misalnya saya sadar bahwa saya sudah tidak bisa lagi terlalu menikmati mengajar dengan long hour, maka saya membatasi murid yang tidak terlalu banyak setiap harinya, dan yang paling saya tidak suka adalah membanding-bandingkan guru dan murid

Apa yang paling menyenangkan dalam karir Anda sebagai guru musik?
Saya suka mendalami masalah psikologi dan perkembangan, saya juga ikut komunitas Pendidikan Karakter, saya suka meneliti permainan piano anak-anak dan karakter mereka kesehariannya. Dan merupakan penghiburan bagi saya pada saat melihat perubahan dalam permainan mereka yang kadang signifikan, biasanya ada perubahan juga didalam tingkah laku ataupun konsentrasi didalam kehidupan dan sekolah pun ada perubahan. Saat paling menyenangkan melihat anak-anak bertransformasi.

Dalam pandangan Anda, guru musik yang ideal itu seperti apa?
Guru musik yang ideal ada macam-macam tergantung keadaan dan kebutuhan dari anak didiknya. Yang paling penting menurut saya adalah guru harus mengajar dengan sepenuh hati. Mencari tau kebutuhan dari anak tersebut dan memberikan tujuan yang jelas dari pembelajaran mereka. Untuk apa belajar musik. Pada saat segala sesuatu ada alasan dan tujuan maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjadi ideal.

Bagaimana Anda memberi motivasi dan dorongan kepada siswa yang kurang bersemangat?
Biasanya saya cari tau dulu minat mereka, ketertarikan mereka dan kendala yang mereka hadapi, saya perlu mengerti mereka dahulu sebelum bisa memberikan semangat yang tepat. Saya selalu tekan kan Just dont Quit! Makanya setiap tahun di Annual Concert, saya selalu menciptakan lagu untuk memberikan semangat kepada murid-murid kita. Melalui lagu tema di setiap Annual Concert itu adalah kata-kata penyemangat dari saya.

Apakah Anda merasa bahwa menjadi guru musik adalah sebuah panggilan jiwa?
Awalnya sih tidak merasa. Pada saat kuliah musik, saya bahkan tidak tahu kalau saya akan berkarir menjadi guru piano. Tahunya cuma suka musik, dan pada masa itu tahun 2000 juga gak ada contoh karir di musik itu ngapain. Tapi seiring berjalannya waktu saya jatuh cinta dengan profesi ini. Diusia sekarang sudah lumayan banyak melihat anak-anak didik dari Tk sampai kuliah dan ada yang sudah bekerja. Saya senang jika melihat anak-anak yang dari kecil bertumbuh dewasa dan berkembang menjadi lebih baik baik dalam musik maupun dalam kehidupan mereka. Saya merasa bagian saya adalah menabur, semoga apa yang saya tabur bisa berbunga dan berbuah.

Apa filosofi hidup Anda?
Lakukan yang terbaik, dan jalankan apa yang menjadi mimpi kamu. Hidup hanya sekali. Hidup lah dengan memberi arti.

Menurut Anda pianis dan guru musik yang baik itu seperti apa?
Pianis yang baik adalah pianis yang bisa menyentuh hati penonton yang mendengarkan, mereka bisa merasakan sesuatu dari permainannya. Dan guru yang baik adalah mereka yang mengajar dengan memahami materi dengan baik dan memikirkan masa depan anak yang diajar.

Nasehat seperti apa yang bisa Anda berikan bagi mereka yang ingin membangun karier sebagai pianis?
Pastikan mereka memang benar-benar mencintai karier sebagai pianis, mencintai musik dan rela berusaha semaksimal mungkin karna memang suka, bukan karna ada maksud lain dan paksaan. Maka dia tidak akan ada penyesalan dikemudian hari.

Nasehat seperti apa yang bisa Anda berikan bagi mereka yang ingin membangun karier sebagai guru piano?
Menjadi guru berarti butuh dedikasi. Carilah visi dan misi pribadi sebagai guru supaya kita tidak tersesat ditengah jalan.

Sebagai guru piano, bagaimana cara Anda menginspirasi dan memotivasi siswa?
Saya berusaha menghidupkan apa yang saya katakan, Saya suka mendengarkan pandangan mereka supaya saya bisa memberikan pandangan saya. dan semoga saja bisa memotivasi dan menginspirasi.

Apa yang Anda lakukan jika orangtua siswa tidak puas dengan kemajuan anaknya dalam belajar musik?
Saya akan coba mendengar masukan dan berikan penjelasan dan pengertian, selama bisa dipahami dan masuk akal biasa ada solusi.

Nilai-nilai seperti apa yang Anda tanamkan kepada siswa?
Disiplin, karakter yang baik, tidak gampang menyerah, jadi versi terbaik dari diri mereka, dan menjadi pemusik yang bisa menikmati permainan mereka sendiri

Anda lebih suka mengajar anak-anak atau dewasa?
Sekarang ini kebanyakan saya mengajar anak-anak, dari grade 5 ke atas. Jadi, murid saya kebanyakan remaja. Sya lebih cocok mengajar anak-anak yang sudah bisa diajak berdiskusi dan berpikir lebih jauh tentang masa depan mereka.

Sebagai guru piano, apa tujuan professional Anda?
Menjadi guru piano yang berdedikasi dan menginspirasi murid-murid. Mengadakan lebih banyak program konser in house. Saya mempunyai mimpi suatu saat konser musik klasik dapat dipenuhi oleh penonton yang antusias datang bukan karena anaknya tampil, tapi karena mereka menikmati musik itu sendiri di kota Pekanbaru. Ini adalah impian saya, sehingga pada saat saya meminta murid-murid saya berlatih, saya memberi mereka harapan bahwa ada orang-orang yang akan dengan antusias mendengarkan permainan mereka. (eds)

Article Bottom Ad