Merekam Permainan Sendiri

196

Article Top Ad

SALAH satu cara untuk meningkatkan permainan musik dan sebagai latihan untuk resital, adalah dengan melihat dan mendengarkan permainan sendiri sebelum tampil. Yakni dengan cara merekam permainan sendiri, baik dalam bentuk video maupun audio. Sangat boleh jadi Anda akan terkejut menyaksikan bagaimana perbedaan buruk dan baiknya permainan Anda pada bagian yang Anda mainkan, dengan cara melihat dan mendengar permainan Anda sendiri.

Melihat dan mendengar permainan sendiri dengan cara merekamnya, dengan perangkat video recording yang juga dilengkapi dengan audio recording, seringkali memberikan kejutan. Paling tidak, terdapat perbedaan yang mencolok dari apa yang Anda bayangkan untuk dilakukan. Dan Anda akan segera mengetahui dengan seketika hal-hal yang mendasar dan detail tentang apa yang belum dan sudah dilakukan, dan bagaimana hasilnya, dan bagaimana caranya.

Misalnya, apakah Anda telah memiliki sebuah touch yang tepat? Apakah Anda telah memainkan sesuai dengan iramanya? Apa yang tengah Anda lakukan, saat berusaha untuk menyelaraskan irama? Apakah tempo sudah konstan dan akurat? Apa kelebihan dan kelemahan dari diri Anda dalam memainkan lagu tersebut? Apakah sudah tepat dan sesuai memainkan melodinya? Apakah Anda merasa salah satu tangan terlalu kuat atau lemah? Apakah lengan, tangan dan jari-jari anda bisa berperan optimal pada posisinya? Apakah sudah merasa memainkan lagu tersebut dengan melibat seluruh bahasa tubuh Anda? Dan sebagainya.

Article Inline Ad

Meskipun tampaknya begitu banyak faktor-faktor yang harus tetap diperhatikan oleh seseorang saat tampil di atas panggung, namun seringkali semua itu hilang begitu saja saat ia berada di atas panggung. Banyak hal yang membuat persiapan penampilan seseorang tidak mampu tepat 100 persen sebagaimana sebelum naik ke panggung. Idealnya, jika seorang pemain siap 100 persen sebelum tampil, maka 100 persen pula atau bahkan lebih, tatkala naik ke panggung.

“Dengan melihat rekaman video kita dapat melihat begitu banyak gambaran nyata akan diri kita saat performance. Tidak pelak lagi melalui video itu kita dapat melihat diri kita sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” kata Lesley Sisterhen, pedagog di Baylor University, Texas.

Sebuah lagu yang sama pun, menurut dia, akan terasa berbeda saat dimainkan di atas panggung atau ketika didengarkan rekamannya. Anda akan mendengar lebih banyak hal, saat Anda mendengarkan hasil rekaman daripada ketika memainkannya di panggung. Video tape adalah perangkat yang terbaik untuk mempersiapkan diri sebelum tampil dalam resital.

Bahkan kadang-kadang dapat membantu untuk mengurangi ketegangan. Dewasa ini dalam setiap pembuatan lagu, hampir sebagian besar musisi selalu berusaha melibatkan perangkat audio recording dengan teknologi tinggi dalam proses mereka. Hal ini berdasarkan pemikiran bahwa sangat penting mengetahui bagaimana hasil dari output musik yang digarapnya. Dalam hal ini, perangkat camcorder model lama dirasakan tidak cukup memadai lagi bagi kebutuhan mereka.

Perangkat audio recording memiliki kesulitan untuk bisa menghasilkan suara yang benar-benar orisinil, daripada yang disadari banyak orang. Dan berbagai usaha biasanya menghasilkan kegagalan karena kurangnya fasilitas yang tersedia. Tetapi kini telah muncul camcorder canggih yang videotapenya tidak perlu dipertanyakan lagi perannya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai metode yang lebih baik untuk melakukan perekaman suara dan gambar sekaligus. Meskipun mungkin bunyi suara yang dihasilkan tidak sebagus kualitas CD, Anda tidak perlu melengkapi demikian banyak perangkat yang benar- benar dapat dimanfaatkan secara obyektif dalam pengajaran. Tetapi jika yang diinginkan adalah kualitas gambar dan suara yang baik, maka diperlukan dana untuk membuat studio berikut perlengkapan recordingnya.

Sangat Membantu
Alat perekam juga sangat membantu dalam menentukan apakah Anda menginginkan atau membutuhkan sebuah piano yang lebih bagus. Bisa jadi, ketidakmampuan Anda menyajikan performance terbaik dari lagu yang Anda mainkan itu pada kenyataannya disebabkan lantaran kualitas pianonya yang kurang mendukung, bukan karena factor pemainnya.Misalnya, karena hammer yang sudah tua dan tidak kuat lagi, tentu akan menyulitkan Anda ketika harus bermain pianissimo. “Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Anda harus sering-sering merekam permainan Anda sendiri jika menginginkan kemajuan,” kata Lesley.

Banyak hal yang bisa disaksikan manakala menyaksikan rekaman penampilan. Saat-saat perekaman adalah semacam test, misalnya bagaimana Anda mungkin akan bereaksi dalam sebuah penampilan sesungguhnya, apabila Anda tiba-tiba lupa di tengah permainan. Menyaksikan sendiri bagaimana Anda bereaksi dalam keadaan tersebut akan memberikan kesempatan kepada Anda untuk melihat jenis reaksi seperti apa yang cocok dan bagaimana reaksi yang tidak cocok. Selain itu, selama dalam sebuah penampilan, seseorang cenderung menghadapi situasi nervous dan tegang yang memungkinkan seorang pemain bisa tiba-tiba lupa.

Ini sebuah kondisi yang tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu diperlukan reaksi sedemikian rupa yang memungkinkan Anda tetap bisa menguasai keadaan dan melanjutkan permainan tanpa terpengarus oleh kondisi tersebut. Dan Anda tidak akan pernah tahu reaksi seperti apa yang baik, apabila Anda tidak melihat bagaimnana reaksi spontan Anda sendiri. “Dengan melihat rekaman penampilan, Anda akan belajar banyak hal untuk bisa menguasai situasi yang tidak menguntungkan yang bisa datang kapan saja di tengah pertunjukan,” kata Lesley.

Secara umum, lanjut Lesley, lagu yang Anda mainkan, belum benar-benar dikatakan “selesai”, kecuali Anda bisa merekamnya dengan benar-benar menyenangkan. Dengan kata lain, melalui recording, Anda sedang menuju kesempurnaan. Videotaping merupakan simulasi resital yang sangat baik. Jadi, bila Anda bisa bermain dengan sangat baik selama proses perekaman, Anda akan sedikit memiliki kesulitan dalam pertunjukan sesungguhnya, karena Anda telah “belajar” dari videotaping yang dibuat.

Anda juga akan menemukan manfaat lainnya, yaitu tidak lagi merasa tegang saat menampilkan lagu yang telah Anda bisa rekam dengan hasil yang diharapkan. Dengan demikian, merekam gambar dan suara permainan Anda, adalah sebuah perangkat yang baik dalam proses menuju peningkatan kualitas permainan.

Namun demikian, ada juga kelemahan dalam hal ini, yakni, Anda mau tidak mau harus berkali-kali mendengarkan dan menyaksikan permainan Anda, dan mengulang berkali-kali proses perekaman sampai benar-benar mendapatkan hasil yang diinginkan. Ini tentu saja, sangat memakan banyak waktu, dan juga melelahkan.

Tetapi, hal itulah yang memang seharusnya dilakukan para pianis, baik yang masih belajar maupun yang telah professional. Kelemahan lain adalah, untuk benar-benar bisa menghasilkan rekaman yang berkualitas, Anda membutuhkan banyak peralatan. Misalnya untuk merekam pedal atau komponen perkusif suara piano yang akan lebih efektif bila direkam dengan menggunakan audio system daripada mengandalkan pendengaran manusia.

Kemampuan Operasional
Pada proses perekaman yang berkualitas, diperlukan juga kemampuan untuk mengoperasikan peralatannya. Namun demikian, dewasa ini seseorang tidak perlu melakukan sendiri untuk bisa merekam permainannya. Studio-studio recording telah menyediakan perangkat rekaman yang lengkap dan cangggih, yang bisa disewa. Secara garis besar, ada dua perangkat utama untuk proses merekam. Yang pertama, untuk perekaman suara, setidaknya membutuhkan sebuah minidisk, speaker, mixer, dan kabel. Sementara untuk perekaman suara, sebuah camcorder digital, telah cukup untuk bisa menghasilkan gambar yang cukup jelas.

Beberapa camcorder masa kini, telah dilengkapi dengan konseksi televisi, sehingga memungkinkan Anda langsung mencolokkan kabel dari camcorder ke televisi untuk menyaksikan gambar dengan sensasi yang lebih jelas, tidak perlu harus di copy ke compact disk lebih dulu.Camcoder dewasa ini juga sudah dilengkapi dengan perekam suara sekaligus, dan bisa dimanfaatkan, kecuali jika Anda menuntut sebuah kualitas suara yang sempurna. Dan bila itu yang diinginkan, perangkat perekam suara seperti disebut di atas, setidaknya harus Anda miliki. “Betapapun, merekam sendiri permainan kita merupakan sebuah keasyikan tersendiri dan menjadi cara belajar yang menyenangkan. Jadikan itu sebuah fasilitas dan bagian dari kegiatan belajar musik di sekolah musik Anda. Para siswa pasti akan menyukainya,” kata Lesley.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Merekam:

1. Jika ingin praktis, siapkan comcorder dengan perekam suara di dalamnya. Letakan di atas tripod, dan arahkan ke area yang akan direkam.
2. Usahakan suasana dalam keadaan hening, tidak ada noise di sekitar Anda.
3. Buatlah seperti suasana resital sesungguhnya. Ajak teman-teman atau keluarga sebagai penonton.
4. Setelah perekaman selesai, tampilkan gambar dan suara dalam media yang lebih besar, misalnya TV untuk tayangan gambar, dan Hi-fi untuk suara.
5. Perhatikan dengan seksama hasil rekaman Anda. Buatlah catatan-catatan di notes akan kekurangan dan kelemahan yang masih ada. Jika perlu dan harus, mengulang perekaman, lakukan langkah nomor 1 sampai nomor 4.
6. Untuk mencapai kesempurnaan, atau kondisi yang diinginkan, Anda mungkin harus berulangkali merekam. Mintalah bantuan teman atau keluarga, selama perekaman berlangsung. (din)

Article Bottom Ad