Mengapa Kesalahan dalam Piano Sulit Diperbaiki

16

Article Top Ad

Halo Dr. Hendry,

Kenapa sih kesalahan-kesalahan pada permainan piano itu sulit sekali diperbaiki? Saya biasanya tidak pernah bermasalah ketika harus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang saya buat dalam hal-hal lainnya. Setiap kali saya belajar sesuatu dengan salah pada permainan piano, walaupun sudah saya perbaiki dengan cara latihan berulang-ulang, mungkin sepuluh kali atau sampai bisa memainkannya dengan sempurna, tetapi kesalahan itu masih bisa muncul lagi pada saat saya memainkannya untuk guru saya atau pada saat resital. Mengapa bisa begitu ya? Terima kasih,

Lily S.
Balikpapan

Article Inline Ad

Halo Sdri. Lily,
TERIMA kasih atas pertanyaannya. Anda tidak sendirian dalam pengalaman seperti ini. Banyak sekali pianis, baik yang baru mulai belajar maupun yang sudah sangat berpengalaman, sering mengalami kesulitan yang sama dalam hal memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam permainan piano. Marilah kita telusuri lebih dalam mengenai mengapa hal ini bisa terjadi.

Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa belajar piano itu tidak sama seperti belajar hal-hal lainnya. Piano adalah alat musik yang sangat kompleks, yang membutuhkan koordinasi motorik yang sempurna antara jari, tangan, lengan, dan bahkan kaki kita. Selain itu, kita juga melibatkan memori otot, persepsi pendengaran, dan pemahaman teori musik yang mendalam.

Ketika kita membuat kesalahan, mungkin sekali ada beberapa aspek yang ikut terlibat termasuk penyesuaian gerakan-gerakan berbagai anggota tubuh kita pada waktu bersamaan, yang tidak mudah untuk tiba-tiba diubah secara keseluruhan dengan lancar. Proses perbaikan membutuhkan banyak waktu dan tingkat kesabaran yang tinggi.
Salah satu alasan utama mengapa kesalahan dalam permainan piano itu sulit diperbaiki adalah karena otak kita memiliki kecenderungan untuk “merekam” kesalahan dan membuatnya menjadi suatu kebiasaan buruk. Ketika kita membuat kesalahan dan terus mengulangi pola tersebut, otak kita akan cenderung mengingatnya dan membuatnya menjadi bagian dari cara kita memainkan musik.

Hal ini juga berhubungan dengan “muscle memory” atau memori otot, karena otot kita berkemampuan untuk mengingat kesalahan yang sudah dilakukan berulang kali sehingga menjadi gerakan yang otomatis dan sulit sekali untuk diperbaiki. Inilah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita semua untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan sejak awal, baik itu kesalahan besar maupun kecil, sebelum kebiasaan-kebiasaan buruk mulai terbentuk.

Selain itu, suasana belajar dan perasaan stres pada saat tampil juga bisa memengaruhi kemampuan kita dalam memperbaiki kesalahan. Saat kita berlatih sendirian di rumah, kita mungkin merasa lebih santai dan sanggup berfokus pada perbaikan dalam hal teknis. Namun pada saat kita berada di hadapan guru atau para penonton yang mungkin kurang tenang disertai oleh sedikit rasa gugup, tekanan untuk tampil dengan sempurna bisa membuat kita menjadi cemas dan mengakibatkan kesalahan-kesalahan yang sudah kita perbaiki sebelumnya muncul kembali.

Hal ini terjadi karena perasaan cemas atau gugup dapat mempersulit kita untuk berpikir dengan jernih dan melakukan koreksi dengan efektif. Memainkan piano itu memerlukan fokus dan konsentrasi yang sangat tinggi. Saat kita membuat kesalahan, pikiran kita bisa menjadi terlalu berat untuk bisa mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menutupi kesalahan kita sementara kita harus sambil bermain terus tanpa henti.

Namun demikian, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu memperbaiki kesalahan dalam permainan piano. Pertama-tama, berlatihlah dengan konsentrasi penuh pada hal-hal teknis dan musikalitas secara mendetil. Janganlah hanya berlatih untuk menghafalkan gerakan jari, tetapi cobalah untuk juga berfokus pada kualitas suara, dinamika, phrasing, dan interpretasi musik secara keseluruhan.

Selain itu, berlatihlah dengan metode yang disiplin dan sistematis. Janganlah hanya mengulangi kesalahan yang sama secara terus-menerus, tetapi carilah solusi yang efektif untuk memperbaikinya sedini mungkin. Mungkin Anda perlu memperlambat tempo dulu, memecahkan bagian-bagian yang sulit menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk mempermudah proses latihan, atau menggunakan teknik latihan yang berbeda untuk membantu memperbaiki kesalahan Anda.

Akhirnya, tetaplah untuk tenang dan bersabarlah dengan diri kita sendiri. Memperbaiki kesalahan dalam permainan piano itu membutuhkan waktu dan konsistensi. Teruslah berlatih dengan setekun mungkin, dan janganlah pernah merasa ragu untuk meminta bantuan dari guru Anda untuk mendapatkan panduan yang lebih spesifik dan efektif.

Semoga penjelasan ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik dan memberikan Anda motivasi untuk terus berkembang dalam perjalanan musik Anda.

Salam musik,
Dr. Hendry Wijaya

Doktor Hendry Wijaya menarik perhatian dunia pada tahun 1996 ketika menerima penghargaan “Young Artist Piano Award” sebagai pemenang kompetisi Artist International di Amerika Serikat. Melalui penghargaan ini, ia diberikan kesempatan untuk mengadakan resital perdananya di gedung terkemuka Carnegie Hall, New York, diikuti oleh Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memperoleh sambutan luar biasa dari para pakar musik dunia. Ia dianugerahkan gelar Doctor of Musical Arts (DMA) dari Manhattan School of Musik sebagai penerima beasiswa penuh Presidential Merit Scholarship. Kini ia menjabat sebagai Head of Piano Department di Westminster Conservatory of Musik di Princeton dan pimpinan dari Elly Lim Musik Studio di Jakarta. DR. Hendry sering diundang untuk menjadi juri di berbagai kompetisi piano internasional, seperti Golden Key Festival, Alberti International Piano Competition, Chopin International Piano Competition di Hartford, World Pianist Invitational International Competition dan sebagainya. Di sela-sela kesibukannya, ia meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca STACCATO berkaitan dengan piano, edukasi dan performing. Kirim pertanyaan Anda langsung ke e-mail DR. Hendry Wijaya: [email protected] atau STACCATO: [email protected]

Article Bottom Ad