Agar Suara Gitar Menyentuh Kalbu

424

Article Top Ad

GITAR bisa jadi adalah instrumen yang memiliki kualitas suara terindah. Petikan dawai yang dilakukan dengan benar, dapat menghasilkan bunyi yang menyentuh kalbu. Denting senar-senarnya bisa membangkitkan kegembiraan, namun juga bisa me
mancing kepiluan.

Akan tetapi bila dipetik serampangan, maka ia menjadi instrument dengan suara terburuk. Kualitas yang baik dari sebuah petikan biasanya memiliki syarat: proyeksi yang kuat (volume bunyi mantap), kualitas suara yang tebal, dan kejernihan suara not (tidak ada noise).

Problem mendasar yang dihadapi gitaris, suara dihasilkan lewat kontak langsung jari tangan dengan senar sebagai sumber getaran. Karena itulah, proses menghasilkan suara bisa menjadi sangat sensitif. Ada sejumlah hal penting yang patut diperhatikan dari jari jemari kita saat bermain, agar keindahan suara bisa optimal. Inilah mereka:

Article Inline Ad

1) Tekan senar pada bagian di dekat fret terluar.
Misalnya Anda memencet not G di kotak ketiga senar 1, maka titik tekan hendaknya sedekat mungkin dengan bilah fret 3. Pada titik ini, tenaga yang diperlukan amat minim. Bila Anda menekan persis di tengah kotak, maka diperlukan tenaga lebih besar untuk menekan senar agar bagus bunyinya. Sedikit saja tekanan berkurang, suara akan pecah (buzzing).

2) Tekan senar dengan menggunakan ujung jari.
Ujung jari adalah bagian terkeras karena hanya ada sedikit otot di situ. Menekan dengan ujung jari juga menyebabkan sudut tekan cenderung tegak lurus, dan meminimalkan tenaga yang diperlukan. Ini akan berbeda bila kita menekan dengan bagian dalam ruas jari terujung yang lebih tebal ototnya. Menekan dengan ujung jari pada senar-senar besar juga memberi ruangan yang cukup bagi senar-senar yang lebih kecil untuk bergetar, apabila dibunyikan simultan.

3) Perbaiki teknik barre/ceja.
Bila dilakukan tidak sempurna, teknik menekan beberapa senar sekaligus dengan satu jari ini bisa merusak kualitas suara. Umumnya barre yang kurang sempurna disebabkan oleh pengaturan letak jari. Bukan karena kurangnya kekuatan tekan jari. Karenanya, bereksperimen-lah dengan posisi jari yang melakukan barre untuk menghasilkan bunyi yang terbaik.

4) Atur posisi duduk.
Posisi duduk yang tidak tepat bisa menyulitkan tangan kiri untuk menekan secara maksimal pada bentuk-bentuk penjarian tertentu ataupun pada fret-fret tinggi. Tekanan yang tidak maksimal tentunya akan menghasilkan kualitas bunyi yang buruk. Untuk posisi ideal bagi lengan dan jari kiri, sudut kemiringan leher gitar paling ideal bagi kebanyakan orang adalah 45 derajat. Yakni ketika kepala gitar hampir segaris lurus dengan arah pandangan mata kita.

5) Perhatikan permukaan kuku.
Bentuk dan kondisi kuku jari kanan sangat menentukan kualitas suara petikan. Untuk menghasilkan bunyi yang terjernih, ujung kuku hendaknya berbentuk kurva dengan permukaan yang halus (tidak bergerigi). Gunakan amplas dengan tingkat kekasaran yang terkecil, untuk menghaluskan ujung kuku. Memetik gitar tanpa kuku tidak dianjurkan. Memang suara tetap bisa dihasilkan, namun artikulasi tiap petikan akan kalah tegas dibanding petikan dengan kuku.

6) Tekuk pergelangan tangan kanan.
Memetik dengan pergelangan tangan kanan yang lurus akan mempersempit sudut gerak jemari kanan. Akibatnya, tenaga petikan tidak bisa maksimal. Karenanya, tekuk sedikit pergelangan tangan kanan saat memetik. Bayangkan menggenggam bola tenis di tangan kanan sambil jemari memetik senar gitar. Jari kanan akan jatuh lebih tegak ke senar dan menghasilkan kualitas petik yang lebih berbobot.

7) Arahkan petikan ke telapak tangan.
Sebagian gitaris pemula memetik senar seperti gerak “mencabut”. Ujung jari ditekuk sembari menarik telapak tangan kanan menjauhi senar. Cara memetik seperti ini menghasilkan kualitas bunyi yang “tipis”. Selain itu juga menyulitkan kita melakukan repetisi petikan dengan frekuensi cepat. Arah petikan yang menghasilkan suara “tebal” dan manis adalah ke telapak tangan.
Gerakkan jari kanan pada pangkal jari sehingga jari tertekuk ke telapak kanan. Berikan sedikit tekanan dengan jari kanan pada senar saat memetik untuk menghasilkan volume suara yang lebih keras dan tebal. Usahakan senar terkena ujung jari dulu baru kemudian kuku. Bila langsung kena kuku, akan ada suara “klik” yang kurang nyaman di telinga.

8) Hindari lengan kanan sejajar senar.
Posisi siku kanan idealnya adalah bertengger di atas pinggul gitar. Hal ini menyebabkan lengan menggantung dan menciptakan sudut dengan senar gitar. Sudut ini berguna untuk menciptakan tenaga yang diperlukan bagi jari kanan untuk memetik. Hindari menggeser siku kanan sampai ke pantat gitar, yang mana ini menyebabkan lengan kanan menjadi sejajar dengan rentangan senar. Akibatnya, jari kanan pun ikut sejajar dengan senar dan menyulitkan kita melakukan petikan. Kalaupun dipaksakan memetik, yang terdengar keras adalah noise akibat kuku menggesek senar

9) Kualitas senar dan gitar juga berpengaruh.
Bila semua tips di atas sudah kita jalankan tapi ternyata kualitas bunyi gitar kita masih begitu-begitu saja -kering, volume kecil, terkesan tipis, atau terus menerus ada noise- maka ada kemungkinan, problemnya adalah pada senar atau gitar yang Anda gunakan. Senar bagus tapi kualitas gitar jelek, suara akan jelek. Setali tiga uang jika gitar Anda bagus tapi menggunakan senar
yang jelek.

Demikianlah, keindahan musik bukan saja ditentukan oleh keterampilan teknik memainkan rangkaian not, tapi juga keterampilan menghasilkan kualitas suara yang bagus. Keduanya harus ada. Sayang tentunya jika kita mampu memainkan sebuah lagu dengan baik dan lancar tapi kualitas suaranya kurang indah. (Jubing Kristianto, gitaris)

Article Bottom Ad