Mengenal Karakter Performer

913

Article Top Ad

Kesenjangan yang sering terjadi antara latihan dan pada penampilan sesungguhnya, banyak diantaranya disebabkan oleh faktor-faktor psikologis.  Dengan kata lain, keberhasilan sebuah performance sebenarnya ditentukan oleh sejauh mana seorang pemain musik percaya dengan dirinya sendiri.

Seperti apakah yang disebut “percaya diri”? Pertanyaan ini mungkin aneh karena itu menyangkut sesuatu yang bersifat subyektif. Tetapi, bukan tidak mungkin bisa diketahui, setidaknya jika membandingkannya dengan tiga pengertian yang nyaris sama, tetapi sangat berbeda ini: percaya diri (confindence), sangat percaya diri (over cofidence), dan sombong (arrogance). Mengapa hal itu perlu diketahui?

“Karena salah dalam memahami apa yang disebut confidence, bisa memberikan perilaku yang berbeda,” kata Bill Moore, seorang psychology performance. Dengan membedakan ketiga hal itu, kata Moore, seseorang akan terhindar dari kesalahpahaman dalam memberi makna, yang kemudian akan memberi pengaruh pada perilakunya.

Article Inline Ad

Persoalan itu juga yang menjadi kepedulian dan perhatian guru musik, ketika mereka membangun rasa percaya diri murid-muridnya. Membangun rasa percaya diri murid, adalah tugas guru. Yang perlu mendapat perhatian adalah, jangan sampai murid terlalu percaya diri sehingga membuatnya sombong, dengan menyepelekan hal-hal kecil.

“Ketika seseorang merasa percaya diri, dia akan memiliki respek terhadap kesulitan-kesulitan yang muncul, dan dia percaya dia akan menemukan tantangan. Seseorang yang terlalu percaya diri sebenarnya mendekati kesombongan, dimana dia tidak memiliki respek terhadap kesulitan-kesulitan yang muncul, dan mengabaikan hal-hal kecil, kata Bill Moore.

Hal-hal yang bisa membuat seorang pemain musik percaya diri jika dia memiliki dua hal yang saling berhubungan, yakni, kemampuan dalam hal skill (keterampilan), dan kemampuan untuk mengendalikan diri (psikologis).  Masalahnya adalah, tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam dua hal itu. “Dari pengalaman saya bergaul dengan pemain-pemain musik, terlihat bahwa antara satu pemain dengan pemain lainnya memiliki perbedaan. Ada orang yang memiliki kapasitas percaya diri yang begitu besar, sementara yang lainnya tidak. Mengapa itu terjadi? Hal itu karena menyangkut pembawaan dan karakter seseorang. Seorang pemain memiliki rasa percaya diri yang tinggi dibanding lainnya, itu artinya bahwa dia memiliki karakter personal yang bisa membuatnya merasa percaya diri dengan mudah,” kata Moore.

Dia memberikan contoh, orang-orang yang memiliki kreatifitas tinggi, berani menghadapi tantangan dan karakter personal yang spontan, cenderung memiliki kepercayaan yang tinggi. Di sisi lain, individu yang perfeksionis (selalu menuntut kesempurnaan) atau yang memiliki keinginan kuat untuk mengontrol dan bertindak secara metodikal, secara umum memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah. Berdasarkan hal itu, Moore membagi kepribadian seorang performer menyangkut percaya diri kedalam 4 golongan, yaitu:

Perfectionist

Individu perfesionis yang selalu menuntut kesempumaan biasanya menyukai hal-hal detail, cenderung mengontrol segala aspek dalam kehidupannya, selalu hati-hati dan cenderung tidak mau mengambil risiko. Individu perfeksionis ini

juga cenderung “menyetir” segala sesuatu, dan selalu bertindak sesuai apa yang diajarkan. “Pribadi seperti ini meskipun dalam latihan dia mungkin bekerja keras, dalam pertunjukkannya seringkali kurang siap jika menemukan hal-hal diluar perkiraannya. Dengan kata rain, respon untuk menghadapi kesulitan, relatif lebih lambat,” kata Moore.

 

Performer

Individu yang mempunyai karakter performer cenderung lebih menyukai hal-hal yang bersifat kompetitif dan menantang. Mereka biasanya lebih kreatif, dan memiliki banyak cara untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Dia berani mengambil risiko dan bekerja dengan apa yang dia percayai. Keyakinannya tinggi. ujuan akhir orang-orang seperti lebih pada bagaimana meraih hasil yang baik dengan memanfaatkan kekuatan mental dan fisiknya sekaligus. Kadang-kadang pribadi performer kurang menyukai hal-hal yang bersifat “konvensional”. Bagi mereka, kreatifitas adalah daya dorong yang luar biasa untuk membuktikan kekuatana mental dan fisiknya.

 

Artist

Individu bermental artis memiliki pembawaan, karakter dan rasa percaya diri yang kuat. Ini akan membuatnya mudah melakukan hal-hal yang diinginkan. Pribadi artis biasanya sangat kreatif dan menghendaki kebebasan. Mereka akan melakukan persiapan sedemikian rupa untuk penampilan-penampilannya. Akan tetapi, pribadi-pribadi seperti ini juga cenderung sulit menerima perintah dari orang lain, cenderung lebih cepat bosan, tetapi memiliki keinginan kuat untuk tampil sebaik-baiknya.

Apa yang dituju orang-orang berkarakter artis adalah menerima tantangan untuk melakukan proses yang baik, selama latihan dan pada pertunjukan sesungguhnya. Jika ada orang yang perlu membuat proses menjadi produk, merekalah orangnya. Masalahnya adalah dari sudut pandang mereka, mereka percaya bahwa mereka dapat menghasilkan hasil yang diinginkan tanpa proses yang benar. Ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan pemain pada tingkat permainan berikutnya di mana sebagian besar semua pesaing memiliki bakat yang sama dan di mana proses yang benar sangat berharga.

 

Underachiever

Individu type underachieve biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah. Mereka kurang yakin dengan kemampuannya sendiri, dan cenderung ragu-ragu. Mereka biasanya memiliki keinginan yang kuat untuk tampil dengan baik, tetapi sering kali mengalami kesulitan untuk menghadapi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan manakala mereka dalam kesulitan.

Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki karakter kurang percaya diri, kerap kali banyak melakukan kesalahan dalam performing mereka. Performer dengan type seperti ini biasanya bisa belajar cepat dan memiliki bakat, tetapi kurang memiliki rasa percaya diri, dan selalu pesimistis. “Mereka dengan mudah menjadi negatif selama pertunjukan dan mendapati diri mereka menghilangkan tekanan situasi melalui penggunaan alasan. Ketakutan akan kegagalan terkadang hadir dengan orang-orang ini,” kata Bill Moore. (eds)

Article Bottom Ad