Dr. Stephanie – Menyesuaikan Diri di Piano Konser

410

Article Top Ad

Kepada Yth Dr. Stephanie,

Mungkin terdengar agak aneh, tetapi saya suka menantang diri untuk bertampil di tempat yang berbeda-beda. Menurut saya, memainkan piano untuk orang lain dan memberikan konser adalah hal yang sangat penting untuk menjadi seorang pianis. Saya cenderung harus bermain di tempat-tempat konser yang tidak mempunyai piano yang baik. Saya sangat terbiasa dengan piano yang saya pakai untuk latihan di rumah. Ketika saya memainkan piano di tempat lain, saya merasa tidak nyaman, canggung, dan tidak dapat bermain sebaik permainan saya yang biasanya. Apakah ini adalah hal yang wajar? Pertanyaan saya adalah apakah Dr. Stephanie dapat memberikan saran dalam menghadapi masalah yang saya sebutkan diatas? Terima kasih banyak atas waktu dan artikel-artikel yang Anda tulis.

Natalia R.

Article Inline Ad

Rah4****@gmail.com

 

Saudari Natalia yang baik,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Merasa canggung dalam memainkan piano yang berbeda dari tempat yang Anda biasa latihan adalah hal yang sangat normal. Ini adalah dilema yang sangat lazim di kalangan pianis-pianis.Pemain alat tiup (woodwind dan brass) dan pemain alat gesek biasanya dapat membawa instrumen mereka sendiri ketika mereka tampil. Piano adalah instrumen yang sangat berat dan besar, karena itu pianis biasanya tidak dapat membawa piano mereka sendiri ke tempat konser dan cenderung mahal untuk mentranspor piano, terkecuali pianis-pianis terkenal yang mampu untuk membayar biaya pemindahan piano mereka sendiri ke setiap tempat konser.

Salah satu saran untuk menghadapi masalah yang Anda sebut di atas adalah mencoba untuk meminta dijadwalkan waktu latihan pada piano yang akan digunakan untuk konser sebanyak mungkin jika memungkinkan. Seburuk apapun piano yang Anda mainkan, jika Anda latihan banyak pada piano tersebut, Anda akan menjadi jauh lebih terbiasa dalam menangani piano itu ketika Anda tampil.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah tidak semua tempat konser memperbolehkan pianis untuk latihan piano di ruangan konser terus menerus. Biasanya pianis hanya diperbolehkan untuk latihan atau hanya semata-mata untuk gladi resik pada hari tampil saja. Ini dapat dikarenakan bahwa tempat konser disewa oleh orang lain pada hari yang lain dan juga mereka harus membayar staf untuk membuka ruangan konser pada hari yang lain.

Jika kesempatan untuk latihan pada piano di tempat konser tidak memungkinkan, carilah piano dengan kondisi yang hampir sama dan latihan pada piano yang serupa. Misalnya, jika piano di tempat konser adalah piano grand dan sementara Anda memiliki piano upright di rumah, cobalah untuk mencari tempat lain yang mempunyai grand piano yang dapat Anda akses. Latihan pada piano yang mirip dengan piano di tempat konser mencakup hal-hal yang lebih mendetil daripada semata-mata memilih piano upright atau grand saja, misalnya berat atau ringannya “touch” atau tekanan dari tuts-tuts piano. Selain itu, tidak semua piano memiliki tuts-tuts dengan karakter suara yang sama (contohnya: tuts-tuts yang rendah pada piano tertentu cenderung menghasilkan suara yang sangat keras dibanding dengan suara yang lebih tinggi, sehingga untuk memproduksi “balance” yang baik pada permainan Anda, Anda perlu menyesuaikan sentuhan-sentuhan Anda). Fasilitas-fasilitas yang dapat Anda coba hubungi contohnya seperti sekolah umum, sekolah musik, rumah teman atau keluarga, toko musik/showroom piano, dan sebagainya.

Ketika Anda mencoba piano pada tempat konser, alangkah baiknya jika Anda dapat meminta guru Anda atau teman Anda yang memahami musik untuk mendengarkan permainan Anda dari posisi tempat duduk penonton. Mereka mungkin akan dapat memberikan pendapat yang berharga kepada Anda. Seringkali suara yang kita dengar di atas panggung itu sangat berbeda dengan suara yang terdengar di bagian penonton. Ini dikarenakan oleh akustik setiap ruangan konser yang berbeda-beda. Jika ini tidak memungkinkan, Anda dapat merekam permainan Anda sendiri dan mendengar kembali rekaman tersebut. Saya biasanya menempatkan alat perekam di tempat penonton, jauh dari piano untuk mengecek suara.

Secara umum, alangkah baiknya jika saudari Natalia dapat latihan pada beberapa piano yang berbeda-beda secara rutin walaupun ketika Anda tidak ada rencana untuk memberikan konser. Dengan demikian, Anda akan terbiasa untuk beradaptasi dengan piano yang berbeda-beda dan akan merasa tidak terlalu canggung dalam memainkan piano yang asing.

Kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi piano dan suasana ruangan konser merupakan hal yang sangat penting. Keahlian seperti ini adalah hal yang seringkali membedakan pianis profesional dari pianis amatiran. Saya juga ingin menyarankan saudari Natalia untuk belajar memfokuskan diri pada musik yang dimainkan, seperti suara (tone) dan nuansa yang Anda ingin hasilkan pada saat tampil, daripada memikirkan ketidaknyamanan Anda dalam memainkan piano yang asing.

Saya sangat mendukung usaha saudari Natalia untuk memberikan banyak konser. Pengalaman tampil adalah suatu pengalaman penting yang tidak dapat digantikan dengan pengalaman lainnya. Ini adalah satu-satunya jalan untuk melatih mental dan fisik dalam bermain piano di tempat umum.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk saudari Natalia dan pembaca Staccato lainnya.

Salam Staccato,
Dr. Stephanie Neeman


PROFIL Dr. STEPHANIE NEEMAN

Doktor Stephanie Neeman telah memenangkan berbagai kompetisi terkemuka di Indonesia, termasuk juara pertama Kompetisi Piano Yamaha tingkat nasional ketika ia masih berusia enam tahun. Stephanie juga memenangkan juara pertama kompetisi piano internasional diantaranya Empire State International Piano Competition, Lillian Fuchs Chamber Musik Competition, NJMTA Piano Competition, dan Liszt-Garrisson International Piano Competition ditambah dengan penghargaan “The Best Interpretation and Outstanding Performance of Franz Liszt” di Amerika Serikat. DR. Stephanie Neeman meraih gelar Bachelor of Musik dan Master of Musik dari Manhattan School of Musik di New York City dan Doctor of Musical Arts dari College-Conservatory of Musik di University of Cincinnati dengan beasiswa penuh sebagai murid dari pianis legendaris Prof. James Tocco. “DR. Stephanie Neeman kini adalah CEO/Artistic Director dari Musik for Canberra di Australia dan menjabat sebagai pimpinan bagian conservatory dari Elly Lim Musik Studio/E.L.M.S. Conservatory di Jakarta. Untuk info lebih lanjut: http://www.neemanpianoduo.com  atau [email protected]. Selamat mengikuti.

Article Bottom Ad