Pembaca Budiman,
SUDAH sejak lama musik selalu dikaitkan dengan psikologi pendengarnya. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa genre musik yang paling sering didengarkan seseorang berkaitan erat dengan kepribadiannya.
Salah satu studi terbaru berkaitan dengan hal itu adalah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Adrian North dari Heriot-Watt University, Edinburgh, Inggris. North adalah seorang ahli ilmu psikologi musik. Seperti dilaporkan situs PsychCentral, North telah melakukan survei selama tiga tahun terhadap lebih dari 36.000 orang dari 60 negara dengan selera musik yang berbeda-beda.
Selera musik tersebut kemudian dihubungkan dengan beberapa aspek kepribadian yang dimiliki oleh para responden. Hasilnya jenis-jenis musik tertentu memang mewakili sebagian besar tipe karakter. Misalnya, orang-orang yang menyukai jazz biasanya kreatif, menghargai diri sendiri, outgoing, dan santai. Yang senang musik Klasik biasanya punya rasa percaya diri tinggi, kreatif, sedikit introvert atau tertutup kepada lingkungan sekitarnya. Pecinta musik Rap biasanya mudah bersosialisasi dan penuh kebanggaan.
Yang suka Blues cenderung kreatif, mencintai diri, mudah bergaul, dan cenderung easygoing dalam menghadapi banyak hal. Musik Dance disukai mereka yang hobi berinteraksi dalam pergaulan dan punya kreativitas tinggi. Musik Indie disenangi mereka yang memiliki kreativitas tinggi, selalu tampil beda, memiliki self respect yang relatif rendah, tidak terlalu pekerja keras, dan kurang sensitif. Mereka yang menyukai musik Rock biasanya kreatif dan santai, memiliki rasa bangga yang rendah terhadap diri sendiri, kurang suka bekerja keras, dan sedikit sulit bersosialisasi.
Apa yang dipesankan North melalui penelitiannya barangkali mem- perkuat dugaan selama ini dimana musik memang memiliki hubungan yang kuat dan dekat dengan kepribadian dan karakter seseorang. Ini berarti, setiap orang memiliki kecenderungan untuk menyukai musik atau lagu-lagu tertentu, yang sesuai dengan kepribadian dan karakternya. Dengan kata lain, untuk mengetahui kepribadian dan karakter seseorang setidaknya bisa dilihat dari musik yang disukai.
Nadia Boulanger, guru piano berpengaruh di abad 20, mengatakan bahwa, musik adalah medium bagi kepribadian untuk merefleksikan emosinya. Seseorang akan cenderung mencari musik-musik yang “sesuai” dengan kepribadian dan karakternya. Hal ini sebuah naluri alamiah. Orang yang punya karakter mellow, tak akan pernah menyukai musik-musik keras dan hingar bingar. Pun begitu sebaliknya.
Kepribadian adalah sebuah gift dari Yang Maha Kuasa, sudah ada sejak
lahir, yang dibentuk oleh temperamen dan lingkungan yang terus menerus dan saling mempengaruhi. Sedang karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.
Menjadi keniscayaan untuk memahami kepribadian dan karakter dalam proses pengajaran musik, agar menghasilkan pengajaran efektif. Nadia mengatakan, seni musik itu dalam dan luas, tidak cukup didekati hanya dengan keseriusan belaka. Tetapi, “…one must approach music with a serious rigor and, at the same time, with a great, affectionate joy..”. Dan itu, berarti tentang kepribadian dan karakter.
Salam Musik,
Eddy F. Sutanto













































