Tidak Ada Piano di Rumah

363

Article Top Ad

Hallo Dr. Hendry,
Saya mau tanya bagaimana caranya untuk menghadapi seorang anak pemula yang pemalu dan pintar yang mau belajar piano, tetapi orangtuanya belum sanggup membelikannya piano? Sebabnya kita semuanya tahu, bahwa piano itu bukanlah termasuk barang yang murah dibandingkan keyboard dan organ.
Apakah ada cara alternatif yang bisa membantu si anak untuk latihan di rumahnya? Misalkan dengan sementara si anak bisa menggunakan keyboard dulu untuk latihan di rumah atau membiarkan si anak tidak perlu latihan lagi di rumah. Kira-kira berapa lama dia harus memakai keyboard tersebut? Apakah si anak sudah boleh diikutkan ke ujian, sedangkan dia belum ada piano? Demikian pertanyaan saya. Terima kasih.

Salam,

Melinda W
Jakarta

Article Inline Ad

Saudari Meilinda yang baik,
Saya kira banyak sekali murid-murid atau orangtua lainnya yang mengalami masalah yang sama. Ada beberapa orangtua yang memang belum mampu untuk membelikan piano untuk anak mereka. Tetapi ada juga orangtua yang sebetulnya mampu, tetapi merasa bahwa mereka belum perlu membelikan piano untuk anak mereka karena masih terlalu dini untuk mengetahui apakah anak mereka itu berbakat atau memang betul-betul serius untuk belajar piano. Ada pula orangtua yang menganggap bahwa murid pada tahap pemula belum perlu memiliki piano. Untuk itu, saya akan coba membahas masalah-masalah tersebut.

Harga Piano Yang Mahal
Walaupun pada umumnya Piano dianggap sebagai suatu alat musik mewah yang mahal harganya, kenyataannya tidak semua piano itu mahal. Belakangan ini, berbagai perusahaan pembuatan alat musik piano berlomba-lomba untuk menghasilkan piano yang harganya lebih terjangkau oleh masyarakat luas.

Hal ini dilaksanakan dengan berbagai cara, antara lain seperti: penggunaan bahan-bahan atau material yang jauh lebih murah tanpa mempengaruhi kualitas piano secara berlebihan dan pembukaan berbagai cabang pabrik pembuatan piano di berbagai negara berkembang seperti Indonesia dan Cina, dimana biaya-biaya bahan baku dan buruh jauh lebih murah dari negara-negara lainnya. Berbagai merek piano, seperti Yamaha, Samick, Kawai, dan sebagainya, kini sudah dibuat di Indonesia. Hal ini menyebabkan harga piano yang jauh lebih murah, terutama bagi masyarakat Indonesia, berhubung tidak terlibatnya biaya impor dan pengiriman dari luar negeri.

Apabila harga piano yang termurah masih berada di atas jangkauan Anda, masih ada berbagai jalan lain untuk mengatasinya. Hampir semua toko atau agen piano pada saat ini memberikan pilihin untuk pembayaran secara kredit atau cicilan. Seringkali bunga kredit yang harus Anda bayar setiap bulan masih akan lebih murah dibanding apabila Anda menyewa piano. Ada pula toko/ agen piano yang memberikan kita pilihan untuk menyewa piano baru dengan kemungkinan untuk membeli piano itu di kemudian hari dengan berbagai diskon khusus yang tersedia.

Anda tentunya juga dapat mempertimbangkan untuk membeli piano bekas. Piano bekas belum tentu tidak baik. Seringkali, piano bekas yang dirawat dengan baik dan dimainkan secara reguler dapat memiliki hasil yang tidak kalah dari piano yang masih baru.
Ada banyak juga piano bekas yang sebetulnya sudah tidak layak pakai, namun masih dijual oleh toko-toko piano demi untuk mencari keuntungan. Oleh sebab itu, jikalau Anda harus membeli piano bekas, saya sarankan Anda untuk meminta nasihat dari guru Anda atau memanggil seorang teknisi piano untuk memeriksa piano itu dan memastikan apakah piano tersebut masih layak digunakan.

Baik atau tidaknya sebuah Piano bekas tidak dapat dinilai dari penampilan eksteriornya saja yang terlihat tidak bercacat. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain adalah suara yang dihasilkan oleh setiap tuts harus rata dan sempurna. Demikian juga halnya dengan berat dari setiap tuts. Tidak kalah pentingnya yaitu kecepatan setiap tuts untuk kembali ke permukaan setelah ditekan, sehingga memungkinkan untuk memainkan tuts yang sama secara berulang kali dalam tempo yang cepat.

Pastikanlah bahwa tuts piano tidak ada yang retak, karena akan berbahaya terhadap jari-jari anak Anda. Apabila situasi keuangan memungkinkan, saya sarankan untuk memilih piano yang terbuat dari bahan-bahan yang lebih baik, walaupun lebih mahal, karena piano itu akan tahan lebih lama dan pada umumnya memiliki mekanisme yang lebih responsif serta tidak banyak menimbulkan masalah yang memerlukan perbaikan.

Pentingnya Memiliki Piano
Penting sekali bagi seorang murid, termasuk tahap pemula, untuk memiliki piano yang memadai untuk latihan di rumah. Pemikiran bahwa murid tingkat pemula belum memerlukan piano adalah sebuah anggapan yang salah. Tanpa Piano di rumah, murid tidak dapat mengulang dan melatih pelajaran yang diberikan oleh sang guru. Pelajaran piano bukanlah suatu pelajaran yang hanya memerlukan pengertian atau penghafalan, tetapi juga harus dirasakan oleh jari-jari kita melalui latihan. Tanpa latihan di rumah, pelajaran piano akan menjadi terhambat dan akibatnya guru harus memberikan pelajaran yang sama secara berulang kali kepada murid.

Kalau pengulangan pelajaran yang sama ini berlanjut secara terus-menerus setiap minggu, murid akan menjadi bosan atau putus asa dan akhirnya akan berhenti belajar piano. Pada saat murid memutuskan untuk berhenti, orangtua biasanya menganggap bahwa anak mereka itu tidak berbakat atau tidak serius untuk belajar piano, yang padahal dapat disebabkan antara lain oleh kurangnya latihan atau tidak tersedianya piano untuk latihan di rumah.

Anak yang sebetulnya berbakat sekalipun akan terhambat perkembangannya tanpa piano. Kalau sampai pembelian piano itu sama sekali tidak memungkinkan untuk Anda, cobalah tanyakan kepada sekolah musik Anda apakah anak Anda boleh berlatih setiap hari di sekolah musik. Ada banyak sekolah musik yang mengizinkan murid-muridnya untuk berlatih di sekolah musik dengan biaya tambahan yang biasanya sangat minimum.

Membeli Piano Akustik atau Piano Digital
Secara pribadi, saya tidak menyarankan murid untuk berlatih dengan piano digital, termasuk murid tingkat pemula. Tingkat permulaan dari pelajaran piano adalah masa pertumbuhan yang sangat penting dimana murid mengalami pembentukan otot jari, kepekaan terhadap sentuhan jari dan hubungan koordinasi antara suara yang dihasilkan oleh jari mereka dengan telinga yang mendengarnya.

Piano akustik memungkinkan hasil suara yang tidak terbatas, baik itu dalam segi warna atau dinamika, yang dapat mempengaruhi kepekaan telinga murid terhadap bunyi atau kualitas suara tertentu yang dihasilkan. Pengalaman semacam ini tidak dapat dirasakan secara penuh melalui keyboard atau piano digital. Latihan pada keyboard akan menyebabkan jari-jari yang lemah ketika memainkan piano yang sesungguhnya. Banyak sekali jenis keyboard atau piano digital saat ini yang telah dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan suara dan perasaan sentuhan yang sedekat mungkin dengan piano akustik, termasuk keyboard yang tekanannya lebih berat seperti piano, namun tidak ada satu pun yang dapat menggantikan piano akustik.

Sayang sekali banyak anak muda sekarang yang mudah tergiur oleh berbagai piano digital dengan teknologi modern yang memungkinkan banyak pilihan suara digital dan fungsi-fungsi elektronik lainnya. Berbagai toko alat musik tidak henti-hentinya memasarkan dan memamerkan piano digital mereka yang terbaru. Guru-guru piano, termasuk saya sendiri seringkali merasa kecewa ketika mengirimkan murid-murid untuk membeli piano akustik di sebuah toko, tetapi sang penjual justru berusaha keras untuk menjual piano digital atau keyboard.

Setidak-tidaknya ada dua kemungkinan yang menyebabkan toko-toko itu untuk memasarkan piano digital mereka secara agresif. Pertama, penjual alat musik itu menyadari bahwa piano digital adalah suatu alat musik elektronik yang cepat menjadi tua karena model-model baru akan keluar tahun berikunya. Ini akan meningkatkan kemungkinan bahwa pembeli piano digital itu akan kembali beberapa tahun kemudian untuk membeli piano digital model terbaru.

Jikalau penjual itu menjual piano akustik biasa, kemungkinan besar murid itu tidak akan pernah kembali lagi untuk membeli piano lainnya karena piano akustik tidak akan pernah kadaluarsa dan harganya akan terus bertahan pada tahap tertentu. Kemungkinan kedua, yaitu sang penjual harus cepat-cepat menjual piano digital mereka, karena kalau tidak, piano-piano digital model baru akan keluar tahun berikutnya yang akan menyebabkan turunnya harga-harga dari piano digital yang mereka miliki.

Tentunya memiliki piano digital bukanlah hal yang tidak baik, tetapi sebaiknya digunakan sebagai alat musik sampingan untuk rekreasi, bukan untuk mempelajari piano dengan baik dan benar. Apabila Anda memang suka dan terhibur oleh Piano digital dengan berbagai fungsinya yang menarik, sebaiknya piano digital itu Anda beli sebagai alat musik kedua setelah piano akustik sudah dimiliki. Dengan demikian, selain memungkinkan anak untuk berlatih dengan benar pada piano akustik, mereka juga dapat menikmati piano digital pada waktu luang.

Bagi orangtua yang ingin anak mereka untuk belajar piano dengan sungguh-sungguh dan lebih tertarik untuk belajar piano, saya sarankan mereka untuk membelikan piano akustik untuk anak mereka sebelum memulai pelajaran piano. Menyangkut pertanyaan Anda tentang keikutsertaan murid Anda untuk mengikuti ujian sebelum memiliki piano, sebaiknya ditunggu dulu, karena tanpa latihan yang benar pada piano akustik, murid itu akan sulit untuk mencapai hasil yang semaksimal mungkin dari sebuah ujian. Ini akan menyebabkan murid itu merasa rendah diri atau merasa kurang berbakat jika mereka tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkannya.

Kadangkala ada beberapa murid yang memang sangat cerdas, berbakat dan mampu untuk mendapatkan hasil yang baik dalam ujian piano tanpa memiliki piano akustik, namun hasil yang baik itu bukanlah hasil maksimal yang sesungguhnya sanggup diraih oleh anak itu. Jadi sekali lagi, saya usulkan murid Anda untuk sedapat mungkin membeli atau menyewa piano dengan berbagai cara atau jalan yang saya sebutkan di atas.Demikianlah penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat.

Salam,
Dr. Hendry Wijaya

Doktor Hendry Wijaya menarik perhatian dunia pada tahun 1996 ketika menerima penghargaan “Young Artist Piano Award” sebagai pemenang kompetisi Artist International di Amerika Serikat. Melalui penghargaan ini, ia diberikan kesempatan untuk mengadakan resital perdananya di gedung terkemuka Carnegie Hall, New York, diikuti oleh Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memperoleh sambutan luar biasa dari para pakar musik dunia. Ia dianugerahkan gelar Doctor of Musical Arts (DMA) dari Manhattan School of Musik sebagai penerima beasiswa penuh Presidential Merit Scholarship. Kini ia menjabat sebagai Head of Piano Department di Westminster Conservatory of Musik di Princeton dan pimpinan dari Elly Lim Musik Studio di Jakarta. DR. Hendry sering diundang untuk menjadi juri di berbagai kompetisi piano internasional, seperti Golden Key Festival, Alberti International Piano Competition, Chopin International Piano Competition di Hartford, World Pianist Invitational International Competition dan sebagainya. Di sela-sela kesibukannya, ia meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca STACCATO berkaitan dengan piano, edukasi dan performing. Kirim pertanyaan Anda langsung ke e-mail DR. Hendry Wijaya: [email protected] atau STACCATO: [email protected].

Article Bottom Ad