ALEXANDER TRISTAN HERMANTO

168

Article Top Ad

’Kompetisi Tidak Hanya untuk Sang Juara’

DIBESARKAN dari satu kompetisi ke kompetisi lain, menjadikan Alexander Tristan Hermanto menjadi arif dalam menilai arti kemenangan dan kekalahan dalam kompetisi piano. Baginya, kemenangan dan kekalahan adalah stimulus yang mendewasakan dan menyempurnakan. Berikut bincang singkat dengan pemenang Indonesia
Steinway Youth Piano Competition 2022 ini.

Bagaimana masa kecil Anda dan bagaimana Anda terhubung dengan musik?
Masa kecil saya bisa saya bilang sangat sibuk. Orang tua saya mendaftarkan saya ke berbagai kursus, mulai dari berenang, robotic, taekwondo, bulutangkis, dan lain lain. Saya juga mengambil kursus piano, dan piano adalah hal yang paling menarik perhatian saya. Di saat saya berhenti kursus yang lain, saya tetap menekuni dan bermain piano sampai sekarang dan seterusnya. Disitulah perjalanan musik saya bermula.

Article Inline Ad

Dimana dan dengan siapa Anda belajar piano?
Saya mulai belajar piano di Sriwijaya Musik dan Crescendo musik Yogyakarta bersama Polin Kurniati. Saya kemudian juga mengambil les privat bersama Midya Wirawan di Semarang. Selanjutnya juga dengan Hendrata Prasetia di Surabaya. Selain itu pada tahun 2020, saya mengambil les online bersama Michael Bulychev-Okser dan juga Adam Gyorgy pada pertengahan tahun 2022. Setelah lulus SMP, saya melanjutkan studi musik saya di The Purcell School for Young Musicians di London bersama Patsy Toh sebagai guru first study piano saya.

Apa rencana ke depan Anda?
Saya akan melanjutkan studi Sixth form saya di Purcell School selama 2 tahun, sampai 2026, lalu saya berencana untuk melanjutkan kuliah saya di bidang musik, baik Music Academic atau Music Performance.

Adakah minat lain selain musik? Mengapa memilih musik?
Selain musik saya sangat menggemari pesawat, sejak kecil. Saya sangat suka terbang dengan pesawat dan juga senang mengamati pesawat. Untuk sisi akademis, saya sangat menyukai pelajaran matematika. Saya memilih menekuni musik karena saya mendapatkan kepuasan batin di musik, dan meningkatkan suasana hati. Saya merasa nyaman bila mendengar maupun bermain musik. Dengan musik pula, saya bisa mengekspresikan perasaan diri saya sendiri, dan saya berharap dengan musik saya, orang-orang dapat menggunakannya untuk membantu mengubah keadaan emosi mereka.

Pengalaman batin seperti apa yang Anda rasakan saat bermain musik?
Yang pertama, itu yang tadi saya katakan, bahwa musik membuat perasaan saya nyaman. Yang kedua, musik memberikan saya rasa kendali, dimana saya bisa mengekspresikan diri begitu tak terbatas, dan saya juga dapat menggunakannya untuk membantu mengubah keadaan emosi orang lain. Tujuan bermusik saya berhasil jika saya bisa bisa mentransfer apa yang saya rasakan itu kepada orang lain, dan mereka menikmati dengan perasaan yang sama dengan saya. Saya tentu merasakan berbagai macam karakter dan emosi saat bermain musik dan saya selalu berusaha agar bisa membuat para penonton juga merasakan musik yang saya buat. Musik menurut saya adalah suatu media untuk menyampaikan pesan atau cerita bahkan energi dari pemain ke penonton.

Diantara banyak pengalaman tampil Anda, adakah yang paling berkesan?
Sebenarnya setiap penampilan saya sangat berarti dan berkesan bagi saya. Saya bersyukur setiap kali saya mendapat kesempatan untuk membagikan musik saya. Salah satu yang paling berkesan adalah saat saya bermain Beethoven Piano Concerto No.1 bersama The Purcell School Middle School Orchestra, karena itu merupakan pertama kalinya saya bermain bersama orchestra di sebuah konser.

Anda banyak mengikuti dan memenangkan kompetisi piano. Bisa diceritakan?
Ya, saya memang sudah mengikuti banyak kompetisi nasional di Yogyakarta dan di luar Yogyakarta dan memperoleh beberapa juara. Sejak tahun 2016, saya mengikuti kompetisi lokal. Diantaranya, saya meraih 2 nd Winner Bali Open International Piano Competition, lalu pada 2018 meraih Platinum Award, IIYMA Award 2021, kemudian menjadi Juara 2 Yamaha Piano Competition Tingkat Nasional 2021, Platinum Award, IIYMA Award 2021, 1 st Prize, Trinity Youth Symphony Orchestra 2022, dan 1 st Winner Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2022. Sedangkan kompetisi international saya dimulai pada tahun 2018 dengan meraih 3 rd Prize Piano Island Festival di Singapore tahun 2018, 2 nd Runner Up Kawai ASEAN Piano Competition di Thailand 2018, 3 rd Prize Alion Baltic Festival 2019, 3 rd Prize Scriabin Junior International Piano Competition 2021, dan Semi Finalist The 12 th International Piano Competition for Young Musicians, Enschede, The Netherlands, 2024

Dari semua prestasi yang diraih itu, yang mana menurut Anda yang paling berkesan?
Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2022, karena saya merasa bangga mendapat kesempatan mewakili negara Indonesia di level yang lebih tinggi. Dengan mengikuti kompetisi Steinway ini pula saya mendapat tantangan dan pengalaman berharga yang memberi dampak positif dalam proses belajar saya. Tahun 2016, saat mengikuti kompetisi ini pertama kalinya, saya tidak mendapat penghargaan apapun, dan pada 2018 saya menjadi finalis sampai akhirnya mendapatkan juara pertama pada penyelenggaraan tahun 2022. Oleh karena itu kompetisi ini merupakan suatu media yang bagus untuk melihat perkembangan belajar saya. Kompetisi Steinway Asia Pasifik ini juga merupakan kompetisi bertaraf internasional yang sangat bergengsi, karena hanya ada 1 perwakilan dari setiap negara untuk tampil di babak berikutnya.

Bagaimana penilaian Anda terhadap Indonesia Steinway Youth Piano Competition?
Menurut saya, Indonesia Steinway Youth Piano Competition atau disingkat ISYPC ini adalah kompetisi yang bergengsi dan berkualitas di Indonesia dan saya merasakan kompetisi ini juga dihargai di dunia internasional. Kompetisi ini menyediakan forum bagi anak-anak muda seperti saya, berupa pengalaman konser selama dan setelah kompetisi, dan bimbingan, serta memberikan pengalaman seumur hidup, memberikan kesempatan untuk kontak internasional dengan pianis-pianis terkenal, seperti Festival Steinway Internasional di Hamburg, misalnya. Sampai saat ini menjadi 1st Winner di ISYPC adalah suatu pencapaian yang tak terlupakan bagi saya.

Apa yang menarik dari ISYPC?
Kompetisi Steinway ini menciptakan persaingan yang sehat dilandasi rasa saling menghormati dan memberi kesempatan kepada anak-anak muda seperti saya untuk menikmati piano berkualitas tinggi Steinway & Sons sebagai simbol kualitas, kesempurnaan, inovasi, seni, pendidikan, dan historisitas. Ini pengalaman langka dan tak terlupakan seumur hidup saya. Kompetisi ini juga merupakan kompetisi yang benar-benar menguji kemampuan kita, baik mulai dari persiapan sampai ke hari kompetisi, dimana selama prosesnya diperlukan konsistensi, dan disiplin tinggi. Kerja keras benar-benar diperlukan untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ini. Saya juga merasa bahwa kompetisi ini dapat mengukur perkembangan saya dalam proses belajar musik. Pengalaman saya mengikuti kompetisi ini merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan, tentu saja ekstra kerja keras sangat diperlukan untuk kompetisi ini terutama karena kita mewakili negara kita sendiri, untuk bertanding di babak selanjutnya, yakni di regional Asia Pasifik. Terus terang, saya banyak belajar dari kompetisi ini, dan saya berterima kasih telah dapat menjadi bagian dari kompetisi piano hebat ini.

Sebenarnya apa yang mendorong Anda mengikuti kompetisi piano?
Tentu saja keinginan dan dorongan untuk menang, yang menurut saya sangat wajar terutama untuk pianis muda seperti saya. Dan saya kira, semua orang yang ikut kompetisi piano berharap kemenangan. Namun demikian, saya juga menyadari bahwa kemenangan bukanlah segala-galanya. Siap menang, tapi juga siap kalah. Yang pasti, pada setiap kompetisi, banyak pelajaran yang bisa saya petik, dan itu bermanfaat bagi proses belajar saya. Kompetisi dapat membuat saya berkembang sebagai musisi dan juga dapat menambah pengalaman sebagai musisi. Kompetisi piano benar-benar menstimulasi saya untuk berkembang dengan pesat, mulai dari persiapan, latihan yang lebih keras, disiplin yang tinggi, sampai ke hari lomba dimana ada banyak tekanan yang dapat melatih saya untuk lebih percaya diri saat tampil di panggung. Selebihnya kita dapat mengamati peserta lain dan menyerap ilmu dari permainan mereka.

Bagaimana Anda menyikapi kekalahan dalam kompetisi?
Jujur saya menyikapi kekalahan bukanlah hal yang mudah, terutama karena kita cenderung ambisius. Kecewa itu pasti. Tapi menyadari bahwa kekecewaan adalah bagian dari kehidupan, bisa menjadikan kita lebih arif dalam menerimanya. Dalam kompetisi apapun dan dimanapun, ada yang harus menang dan tentu saja itu berarti ada juga yang harus kalah. Menurut saya, kita harus merasa bangga pada diri sendiri karena telah menjadi bagian dalam kompetisi dan atas semua upaya untuk mencapai sesuatu. Selalu ada kesempatan lain untuk menunjukkan keterampilan kita. Bagi saya, yang penting adalah tetap belajar dan berlatih. Tidak ada pengalaman yang tanpa pelajaran. Kekalahan dalam kompetisi piano, menurut saya, bukan karena permainan kita buruk, tapi karena belum beruntung saja. Kompetisi tidak hanya berusaha untuk jadi juara. Tetapi kompetisi membentuk kepribadian yang tangguh, disiplin, dan siap menerima tantangan, terutama kita yang masih usia muda perlu membentuk keberanian menerima tantangan. Kompetisi itu untuk membentuk kepribadian yang berani.

Bagaimana Anda menyikapi kemenangan?
Tentu saja kita berhak untuk merasa senang dan bangga terhadap pencapaian yang kita peroleh dari sebuah kompetisi, dan menghargai hasil usaha yang dipersiapkan sedemikian rupa. Namun saya rasa kita tidak boleh merasa puas terhadap hasil yang kita peroleh, karena pasti selalu ada ruang untuk berkembang. Kita juga harus selalu rendah hati dan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Bagi saya, kemenangan dan kekalahan adalah stimulus yang mendewasakan dan menyempurnakan.

Anda melihat bahwa kemenangan dalam sebuah kompetisi merupakan jalan menuju popularitas?
Saya rasa memenangkan kompetisi memang membuat seorang pianis menjadi lebih dikenal oleh publik dan tentu saja memenangkan kompetisi adalah salah satu cara paling umum bagi seorang pianis untuk merintis karirnya sebagai musisi, terutama di jaman sekarang. Namun saya rasa kita tidak perlu memikirkan menang atau kalah, tapi harus fokus ke diri sendiri dan kemenangan akan datang dengan sendirinya.

Dari pengalaman Anda, apa yang perlu disiapkan dalam mengikuti kompetisi?
Memilih repertoar yang tepat, mengembangkan rutinitas latihan sejak dini, menetapkan tujuan, mencari bimbingan, berfokus pada penampilan di panggung, menjaga stamina dan performa diri, siap tampil untuk orang lain, percaya diri dan kerja keras. Di atas semua itu, kita serahkan semuanya pada Tuhan karena batas kita sebagai manusia adalah berusaha sekuat dan sekeras mungkin. Disiplin dan berlatih dengan sabar agar memperoleh hasil yang maksimal.

Bagaimana penilaian Anda terhadap piano Steinway?
Piano Steinway sangat bagus dan berkualitas, banyak digunakan di universitas musik dan gedung-gedung konser di dunia. Piano Steinway juga memiliki rentang warna suara yang luas, keragaman suara yang kaya dan kehalusannya tidak tertandingi oleh piano lain yang pernah saya mainkan. Saya sangat berharap suatu saat dapat memilikinya. (eds)

Article Bottom Ad