Dr. Hendry – Selalu Salah Saat Konser

496

Article Top Ad

Saya sering sekali membaca artikel-artikel Bapak di majalah Staccato mengenai berbagai cara untuk latihan piano dengan lebih efisien.  Latihan saya sekarang menjadi jauh lebih teratur dan terarah.  Perkembangan saya dalam belajar piano menjadi cukup pesat sampai guru piano saya mulai sering suruh saya ikut dalam acara-acara konser siswa.  Malah guru saya sudah mendorong saya untuk mulai mempersiapkan diri untuk kalau bisa saya juga ikut kompetisi piano daerah ataupun nasional.

Walaupun saya senang bisa main piano dengan baik, saya terus terang takut untuk tampil di depan umum.  Tapi rasa takut saya ini kayaknya lain dari anak-anak lainnya seperti yang sering saya baca di majalah.  Saya bukan takut terhadap penontonnya, melainkan takut kalau tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi pada permainan saya, misalnya tiba-tiba membuat kesalahan yang tidak pernah saya buat sebelumnya, seperti yang sering terjadi di konser murid-murid yang pernah saya ikuti.

Dari pengalaman-pengalaman yang sebelumnya, saya selalu latihan dengan sangat giat dan serius jauh-jauh hari sebelum acara konser. Saya selalu merasa sangat siap pada hari konser. Tapi tidak tau kenapa, seberapa siapnya diri saya, saya selalu membuat kesalahan-kesalahan pada waktu konser yang belum pernah saya buat sebelumnya.  Tiba-tiba rasanya saya tidak begitu tau bagian tertentu, padahal lagunya sudah pernah saya latih ratusan kali, ataupun ribuan kali.

Article Inline Ad

Yang saya ingin tanyakan adalah bagaimana caranya untuk menghindari kejadian seperti itu.  Apakah ada cara persiapan yang berbeda untuk menghadapi konser?  Apakah ada cara-cara untuk mengetahui bagian-bagian mana yang mungkin lebih bakal keselip atau keseleo pada waktu konser?

Saya sudah berusaha latihan lebih giat di bagian-bagian yang paling sulit dalam lagu yang saya main, tapi kesalahan-kesalahan yang muncul justru pada bagian-bagian tidak begitu sulit yang tidak pernah ada masalah sebelumnya. Saya jadi kesal sekali dan kecewa pada diri saya sendiri kenapa hal ini bisa terjadi.

Sekedar informasi, saya sekarang baru masuk SMA dan sedang siap-siap mau ikut ujian piano Grade 8 ABRSM.  Terima kasih sebelumnya atas nasehat dari DR. Hendry. Terima kasih,

 

Cecelia Tanjung

Medan

 

 

Adik Cecelia yang budiman,

Terima kasih atas pertanyaannya yang sangat menarik.  Saya yakin semua pemain musik yang sudah pernah tampil di depan umum, apapun tingkat permainan mereka, pasti pernah mengalami hal yang sama seperti apa yang adik Cecelia baru ceritakan ini.  Ada yang pengalamannya tidak begitu parah sehingga tidak mengganggu dan tidak pernah dipikirkan, dan ada pula yang pengalamannya sangat serius sehingga menjadi suatu hambatan yang selalu ditakuti pada saat konser. Yang seringkali menjengkelkan adalah munculnya kesalahan-kesalahan pada tempat yang berbeda-beda sehingga kita tidak dapat mengetahui bagian mana yang sebetulnya bermasalah.

Orang-orang biasanya beranggapan bahwa kejadian seperti ini merupakan hal yang wajar, yang bisa terjadi pada semua orang tergantung nasibnya pada saat tampil, sehingga mereka hanya bisa pasrah dan mengharapkan yang terbaik. Walaupun betul bahwa kesalahan-kesalahan yang tidak pernah muncul sebelumnya dapat terjadi pada semua orang, untung sekali ada cara-cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ini.  Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengatasi hal ini.

Pada artikel ini, saya akan membagikan beberapa cara yang sering saya anjurkan pada murid-murid saya dalam persiapan mereka untuk menghadapi konser, audisi, ujian, atau kompetisi.  Sebelumnya, perlu saya tekankan bahwa cara-cara yang akan saya sebetutkan di bawah ini hanya saya anjurkan untuk dilakukan setelah sebuah lagu sudah selesai dipelajari, sanggup dimainkan dengan lancar dan matang, sudah dihafal, dan siap untuk tampil, sementara menunggu waktu konser yang mungkin masih beberapa minggu atau bulan yang akan datang.

 

  1. Latihan pada tempo yang sangat lambat

Ketika kita memainkan sebuah lagu pada tempo atau kecepatan yang normal, terutama kalau tempo normalnya itu cepat, kita cenderung mengandalkan “muscle memory” yaitu memori otot jari, dimana kita bermain tanpa memikirkan lagi akan struktur dan jalannya sebuah lagu, sehingga jari-jemari kita hanya bergerak secara otomatis karena sudah terbiasa bergerak dari jari tertentu ke jari yang berikutnya tanpa harus dipikirkan dengan konsentrasi penuh.

Cara bermain yang mengandalkan “muscle memory” ini akan menjadi bahaya pada saat tampil karena pada saat itulah biasanya orang-orang mulai menjadi sadar akan permainan mereka dan berusaha untuk memakai pikiran mereka dengan konsentrasi sepenuhnya, dengan harapan untuk menghasilkan permainan yang terbaik atau lebih baik dari biasanya.  Pada saat itu jugalah mereka menjadi sadar bahwa pikiran yang tiba-tiba mereka andalkan itu tidak pernah ada di dalam otak mereka karena selama ini mereka hanya melatih otot jari mereka tanpa melatih pikiran mereka.

Dengan melakukan latihan pada tempo yang sangat lambat dan ekstrim sementara lagu kita mainkan secara hafal, memori otot kita menjadi hilang dan jari kita tidak lagi mengenal posisinya dalam sebuah lagu sehingga menjadi bingung akan jari mana yang harus digunakan setelah itu.  Pada saat itulah kita tiba-tiba harus mengandalkan pikiran kita dengan penuh sebagai pedoman untuk mengetahui arah dan jalannya sebuah lagu.

Oleh karena itu, latihan seperti ini merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk latihan konsentrasi supaya pada saat kita memerlukan konsentrasi dan pikiran kita yang penuh pada waktu konser nanti, pikiran kita itu sudah terlatih dan dapat diandalkan dengan baik.

 

  1. Latihan pada tempo yang lebih cepat

Pada saat mempersiapkan diri untuk sebuah konser atau kompetisi, tentunya kita selalu berusaha untuk latihan pada tempo yang semestinya supaya kita menjadi terbiasa dengan tempo yang diinginkan.  Namun kenyataannya pada saat kita tampil, perasaan kita menjadi tidak stabil yang dapat menyebabkan jantung kita menjadi berdetak lebih cepat dan pernapasan kita pun menjadi tidak beraturan disertai oleh energi yang lebih besar dari biasanya, sehingga perasaan kita terhadap tempo sudah tidak lagi akurat. Tempo yang kita rasa normal ternyata menjadi terlalu cepat ataupun sebaliknya.  Ketika kita tiba-tiba memainkan lagu kita pada tempo yang lebih cepat dari biasanya, gerakan jari-jemari kita menjadi tidak terkendali karena kita belum pernah berpikir secepat itu sementara kita tetap merasa sedang bermain pada tempo yang normal.

Cobalah sekali-kali memainkan lagu Anda pada tempo yang lebih cepat dari biasanya.  Pada saat Anda sampai pada bagian tertentu yang menyebabkan permainan Anda menjadi macet atau tidak lagi terkendali, itulah bagian yang perlu dilatih dengan lebih berhati-hati karena masih kurang dikenal.  Latihan semacam ini adalah cara yang cukup efektif untuk menemukan bagian-bagian lagu yang masih kurang mantap.

Namun demikian, janganlah kita selalu latihan pada tempo yang sangat cepat, karena justru akan merugikan Anda karena masalah-masalah kecil yang muncul pada saat kita bermain dengan sangat cepat seringkali tidak terdeteksi dan lama-kelamaan dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar.  Oleh karena itu, gunakanlah latihan pada tempo yang lebih cepat ini hanya sekali-kali dengan tujuan untuk mencari bagian-bagian lagu yang masih lemah.

 

  1. Latihan meditasi dan hipnotis sederhana

Untuk latihan yang ini, kita berusaha menenangkan diri dan membayangkan situasi yang sebenarnya pada saat konser nanti.  Di tempat yang tenang dan sepi, duduklah pada posisi yang seharusnya seperti bagaimana biasanya Anda bermain piano.  Mulailah dengan memejamkan kedua mata Anda dan berusahalah untuk menjadi sadar akan pernapasannya.

Bernapaslah dengan teratur dan perlahan-lahan sementara mata tetap terpejam dan mulailah untuk membayangkan angka sepuluh, kemudian sembilan, delapan, tujuh, dan seterusnya sampai mencapai angka nol.  Pada saat mencapai angka nol, Anda sudah mencapai alam bawah sadar dimana Anda akan membayangkan diri sendiri berjalan di atas panggung pada saat konser, memberi hormat, duduk dan siap untuk bermain piano.

Bayangkan Anda sedang memainkan piano dan melihat setiap gerakan jari Anda dengan jelas sementara pikiran terfokus pada suara lagu yang dimainkan.  Apabila terjadi kesalahan yang serius yang menyebabkan kemacetan pada permainan Anda pada saat itu, mulailah untuk perlahan-lahan naik kembali ke alam nyata dengan membayangkan angka nol, kemudian satu, dua, tiga dan seterusnya sampai mencapai angka sepuluh.

Setelah itu, bukalah mata Anda dan carilah bagian lagu yang bermasalah pada buku musik Anda.  Pelajarilah bagian itu sampai yakin, kemudian ikutilah instruksi yang sebelumnya untuk kembali ke alam bawah sadar dan melanjutkan permainan Anda tadi yang belum selesai.  Setiap kali terjadi kesalahan pada latihan ini, ikutilah proses yang sama lagi untuk kembali ke alam nyata.

Latihan semacam ini tidak hanya sangat membantu kemampuan kita dalam berkonsentrasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan pendengaran kita atau “Ear Training” karena kita dituntut untuk mendengar suara yang dihasilkan oleh jari-jemari kita pada saat membayangkan gerakannya di atas tuts piano tanpa menyentuh tuts piano yang sebenarnya.  Selain itu, jiwa kita akan menjadi lebih tenang pada saat konser nanti, karena kita sudah terbiasa merasakan situasi konser yang sebenarnya melalui latihan meditasi dan hipnotis yang sederhana di atas.

 

  1. Latihan “Run-Through”

Latihan yang saya maksudkan di sini adalah latihan semacam gladi resik, tetapi yang dilakukan jauh-jauh hari ataupun berbulan-bulan sebelumnya.  Pada latihan “run-through”, kita cuma mengundang sejumlah kecil teman-teman kita yang bisa kita percaya untuk selalu mendukung kita walaupun permainan kita tidak baik.  Latihan semacam ini membiasakan kita untuk tampil di hadapan orang lain, tetapi dalam suasana yang lebih ramah, sehingga tidak menjadi masalah apabila permainan kita ternyata sangat tidak layak pada waktu itu.  Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada saat “run-through” merupakan kesempatan baik yang dapat kita gunakan sebagai petunjuk akan bagian-bagian yang perlu kita latih dengan lebih baik lagi.  Semakin banyak sesi “run-through” yang dapat kita lakukan selama berbulan-bulan sebelum acara konser yang sesungguhnya, semakin banyak pula kesempatan kita untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang biasanya tidak mungkin terjadi pada saat latihan sendiri.

Saya selalu menganggap latihan-latihan “run-through” ini sebagai suatu cara untuk “menghabiskan” kesalahan-kesalahan saya, sehingga semua kemungkinan kesalahan yang dapat terjadi itu sudah tidak ada lagi yang tersisa untuk muncul pada acara konser yang sebenarnya nanti.  Saya masih ingat pada saat menjadi mahasiswa musik di kota New York, saya pernah melakukan latihan “run-through” dari acara resital tunggal saya hampir lima puluh kali selama beberapa bulan di hadapan kelompok teman-teman yang berbeda, sehingga acara resital yang sebenarnya menjadi sangat stabil dan penuh keyakinan diri.  Oleh karena pentingnya latihan semacam ini, janganlah Anda merasa malu untuk melakukan latihan “run-through” untuk teman-teman atau anggota keluarga Anda.

Saya yakin bahwa guru-guru lainnya memiliki cara-cara yang berbeda untuk membantu murid-murid mereka dalam menghadapi masalah yang sama.  Namun Anda boleh mulai mencoba beberapa cara yang saya sarankan di atas.  Perlu saya tekankan bahwa selain cara-cara latihan yang saya sebutkan tadi, adik Cecelia tetap harus menjalankan berbagai tahap latihan seperti yang sudah biasanya dilakukan atas anjuran guru Anda.  Selamat mencoba!

 

Salam,
Hendry Wijaya


Profil Dr. Hendry Wijaya

DOKTOR Hendry Wijaya menarik perhatian dunia pada tahun 1996 ketika menerima penghargaan “Young Artist Piano Award” sebagai pemenang kompetisi Artist International di Amerika Serikat. Melalui penghargaan ini, ia diberikan kesempatan untuk mengadakan resital perdananya di gedung terkemuka Carnegie Hall, New York, diikuti oleh Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memperoleh sambutan luar biasa dari para pakar musik dunia.  Ia dianugerahkan gelar Doctor of Musical Arts (DMA) dari Manhattan School of Music sebagai penerima beasiswa penuh Presidential Merit Scholarship. Kini ia menjabat sebagai Head of Piano Department di Westminster Conservatory of Music di Princeton dan pimpinan dari Elly Lim Music Studio di Jakarta. DR. Hendry sering diundang untuk menjadi juri di berbagai kompetisi piano internasional, seperti Golden Key Festival, Alberti International Piano Competition, Chopin International Piano Competition di Hartford, World Pianist Invitational International Competition dan sebagainya. Di sela-sela kesibukannya, ia meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca STACCATO berkaitan dengan piano, edukasi dan performing.  Kirim pertanyaan Anda langsung ke e-mail DR. Hendry Wijaya: [email protected] atau STACCATO: [email protected].

Article Bottom Ad