Dr. Hendry – Tentang Metode Belajar Piano

658

Article Top Ad

Doktor Hendry yang terhormat,

Baru satu tahun ini, anak saya yang berusia delapan tahun saya leskan di sebuah sekolah musik.  Dari hasil lihat internet, saya mengetahui ternyata banyak sekali buku-buku mengenai metode balajar piano.  Iseng-iseng saya bertanya kepada guru saya, metode apa yang dia pakai dalam mengajarkan anak saya.  Tanpa diduga, dia menjawab tidak ada metode bermain piano yang baku di dunia ini.  Apa yang diajarkan ke anak saya, adalah metode yang dia dapatkan dari guru-gurunya dulu, dan dia menggunakan beberapa buku yang berbeda.  Yang ingin saya tanyakan ke Doktor Hendry adalah:

  1. Apakah benar tidak ada metode yang baku dalam belajar piano?
  2. Metode apa yang cocok untuk anak saya yang masih pemula?
  3. Dapatkah Doktor Hendry menjelaskan beberapa metode yang paling banyak digunakan untuk mengajarkan piano kepada anak-anak?
  4. Sebagai orangtua, bagaimana saya harus menyikapi guru anak saya dalam hal mengajar piano dengan metode yang banyak itu?

Demikian pertanyaan saya.  Maaf mungkin terlalu banyak pertanyaannya, karena saya awam dengan pengajaran piano.  Terimakasih atas penjelasan Doktor Hendry.

Article Inline Ad

Salam,
Lanny
Surabaya

 

 

Ibu Lanny yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan ibu mengenai metode pengajaran musik untuk anak-anak.  Tentunya, ada banyak sekali metode-metode pengajaran musik untuk menghadapi para pemula.

Untuk menghindari kesalah-pahaman, kata ‘metode’ itu sendiri memiliki beberapa arti:

  1. Buku tertentu yang dikarang oleh seorang penyusun buku, yang bertujuan untuk membantu murid-murid tingkat pemula.
  2. Kumpulan atau pilihan beberapa buku, baik itu yang disusun oleh orang yang sama atau berbeda, yang dipilih oleh seorang guru musik sebagai metode atau ‘kurikulum’ dalam pengajarannya.
  3. Cara pengajaran guru itu sendiri dalam menghadapi karakter dan kemampuan murid yang berbeda-beda, baik itu dengan menggunakan buku tertentu atau tidak menggunakan buku cetakan sama sekali.

Melihat adanya beberapa kemungkinan dalam cara menginterpretasi kata metode ini, saya rasa jawaban dari guru musik Anda tidak memiliki arti yang sama dengan apa yang ibu maksudkan.  Guru musik Anda memberikan jawaban yang jujur dan dapat diterima kalau kita mengerti bahwa metode apapun yang digunakan tidak akan memiliki hasil yang baik kalau tidak diajarkan dengan cara yang benar.

Metode apa pun yang ada harus dirubah oleh seorang guru yang baik, baik itu perubahan yang sedikit atau banyak, tergantung dari penangkapan seorang anak.  Mungkin karena itu, guru anak Anda memberikan jawaban bahwa di dunia ini tidak ada metode yang baku.

Saya tidak dapat memberikan rekomendasi akan metode apa yang cocok untuk anak ibu  yang masih pemula, karena saya tidak mengenal kemampuan anak ibu.  Sekolah-sekolah musik yang baik atau guru-guru yang berkompeten akan mewajibkan para calon murid baru untuk mengikuti tes masuk.

Banyak orangtua yang mengira bahwa tes masuk itu hanya dimaksudkan untuk mengetahui tingkat permainan seorang anak.  Bahkan banyak orangtua murid yang bersikeras untuk tidak mengikuti tes masuk karena mereka merasa bahwa ijasah anak mereka dari uiian-ujian tertentu, seperti ujian Royal, sudah cukup untuk menentukan tingkat permainan anak mereka.  Ini adalah pandangan yang kurang benar.

Pada sebuah tes masuk, seorang anak juga akan diajak untuk berdialog.  Dari tutur kata mereka dan cara mereka berpikir dalam menghadapi sebuah pertanyaan akan menunjukkan karakter mereka yang akan sangat membantu dalam penentuan metode pengajaran yang sesuai untuk mereka atau penentuan guru yang lebih sesuai dengan kepribadian murid.  Untuk murid-murid yang sudah pernah belajar musik sebelumnya, tentunya mereka juga akan dites dalam permainan mereka, pengetahuan musik secara umum dan kemampuan mereka dalam membaca not balok.

Tentunya tes masuk dalam jangka waktu yang singkat itu tidak akan dapat mendeteksi segala sesuatu dengan akurat.  Setelah murid diterima, seorang guru yang baik akan senantiasa mengevaluasi perkembangan murid sesuai dengan kemampuan masing-masing dan selalu merubah strategi pengajaran apa bila perlu.

Sekolah-sekolah musik yang baik akan mewajibkan murid-murid mereka untuk mengikuti ujian tahunan, baik itu untuk kenaikan kelas ataupun hanya sekedar evaluasi, untuk mengetahui apakah buku-buku atau metode yang dipakai masih sesuai untuk murid yang bersangkutan.

Kadangkala, pimpinan sekolah musik merasa perlu untuk mengganti guru musik dari seorang murid karena guru tertentu memiliki kelebihan yang akan lebih bermanfaat untuk perkembangan seorang anak pada jangka waktu yang tertentu.

Dari begitu banyak buku-buku metode pengajaran yang ada, berbagai metode yang sangat populer antara lain adalah ‘Easiest Piano Course’ oleh John Thompson, ‘Piano for the Young Beginner’ oleh James Bastien, ‘Prep Course, for the Young Beginner’ dari Alfred’s Basic Piano Library, ‘Piano Adventures’ oleh Nancy dan Randall Faber, ‘Piano Town’ oleh Keith Snell dan Diane Hidy, ‘Music Tree’ oleh Frances clark dan ‘Student Piano Library’ dari Hal Leonard.

Perlu saya tekankan bahwa penggunaan buku-buku yang terbaik di dunia sekalipun tidak akan membantu seorang murid apabila guru mereka tidak tau cara pengupasan yang terbaik.   Oleh karena itu, kita tidak boleh memaksakan seorang guru untuk menggunakan metode tertentu hanya semata-mata karena kita rasa metode itu terkenal.

Saya mengerti perasaan ibu sebagai orangtua yang ingin memastikan bahwa anak Anda menerima pengajaran yang sebaik mungkin.  Namun ibu juga perlu untuk berhati-hati dalam mengikut-campuri keputusan guru musik Anda akan apa yang terbaik untuk anak Anda.

Saya sudah pernah melihat begitu banyak orangtua yang terlalu banyak ikut campur, bahkan memerintah guru musik untuk mengajarkan anak-anak mereka dengan cara tertentu.  Sikap yang demikian justru akan menghambat perkembangan anak Anda.  Akhirnya, yang rugi adalah murid itu sendiri.

Kadangkala, saya merasa lucu melihat guru-guru yang diperlakukan oleh orangtua murid yang merasa lebih tau dari guru anak mereka.  Banyak orangtua yang harus belajar untuk memberikan kepercayaan kepada guru anak mereka atas kebijaksanaan yang mereka pilih berdasarkan apa yang guru itu rasakan terbaik untuk murid-muridnya.

Kalau rasa kepercayaan terhadap guru Anda itu sudah hilang, ada baiknya untuk mencari guru yang lain.  Hubungan antara orangtua dan guru yang saling curiga adalah hal yang sangat merugikan sang anak.  Saya memuji keputusan ibu untuk bertanya akan hal ini sebelum mengambil tindakan sendiri terhadap guru musik Anda.

Ibu tidak perlu cemas akan berbagai metode yang digunakan oleh guru musik anak Anda.  Yang terpenting adalah hasilnya.  Kalau ibu melihat bahwa anak ibu terus berkembang dalam pelajaran musiknya, itu pertanda bahwa anak ibu memiliki seorang guru yang baik.  Janganlah menyalahkan guru apabila seorang murid tidak berkembang sama sekali karena tidak pernah latihan atau kurang latihan di rumah.

Saya sarankan anak ibu untuk mengikuti ujian-ujian yang disediakan oleh berbagai sekolah musik atau lembaga penyelenggaraan ujian seperti ABRSM, AMEB, Trinity, ELMS Certification dan lain sebagainya, agar ibu dapat menerima komentar tertulis dari para penguji yang berkompeten mengenai perkembangan anak Anda.  Semoga anak ibu akan mengalami kemajuan yang pesat dalam pelajaran musiknya.

Salam,

DR. Hendry Wijaya


Profil Dr. Hendry Wijaya

DOKTOR Hendry Wijaya menarik perhatian dunia tahun 1996 ketika mendapat penghargaan “Young Artist Piano Award” usai memenangkan kompetisi piano yang diselenggarakan Artist International di Amerika Serikat.  Ia kemudian diundang tampil di gedung konser terkemuka, Carnegie Hall, dan General Assembly Hall dari Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, dan memperoleh sambutan luar biasa.  Ia mendapat beasiswa penuh dari Manhattan School of Music dan tamat sebagai peraih gelar Doctor of Musical Arts (DMA) yang termuda.  Berbagai musisi dunia yang pernah membimbingnya antara lain Peter Frankl, Lilian Freundlich, Constance Keene, Michael Ponti, Charles Rosen, Herbert Stessin, Paul Badura-Skoda, dan Robert Weirich.  Ia pernah mengajar di Stecher and Horowitz School of the Arts dan Direktur Musik di Music Consortium of Long Island.  Kini ia adalah Professor Piano di Westminster Conservatory of Music di Princeton.  Di sela-sela kesibukannya, ia meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca STACCATO berkaitan dengan piano, edukasi dan performing.  Kirim pertanyaan Anda langsung ke E-mail Hendry Wijaya: [email protected] atau ke e-mail  STACCATO: [email protected].

Article Bottom Ad