Konsistensi Shienny-Finna

252

Article Top Ad

MENGELOLA dan membina sebuah orkestra bukan persoalan mudah. Betapa banyak sebuah orkestra yang tumbuh dan kemudian tumbang, lalu hilang tak terdengar kabarnya. Namun String Orchestra of Surabaya (SOOS) barangkali sebuah pengecualian, setidaknya sampai di usianya yang ke- 11 tahun, di 2024 ini, boleh dibilang inilah satu-satunya orkestra dimana pemainnya adalah anak-anak muda di Surabaya yang masih eksis hingga kini. Dalam konser SOOS di Jayanata Beauty Centre, 7 Juni 2024 lalu, memperlihatkan ke-eksis-an orkestra ini, baik dalam kombinasi pemain yang memperlihatkan keberhasilan dalam pengkaderan, maupun dalam performanya musiknya. Kesuksesan SOOS tak bisa dilepaskan dari kontribusi dan konsistensi kakak beradik, Shienny Kurniawati dan Finna Kurniawati. Berikut ini bincang singkatnya dengan kakak beradik yang selalu ceria ini.

Bisa ceritakan bagaimana awal SOOS dibentuk
Shienny: SOOS dibentuk pada tanggal 19 Maret 2013. Pada saat itu saya (sampai sekarang) tergabung dengan orchestra-orchestra ternama di Jakarta dan di bawah conductor kenamaan Indonesia. Kemudian kami mengumpulkan beberapa pemain di Surabaya, dibantu pemain dari Jogjakarta dan Jakarta. Konser pertama kali SOOS yaitu 25 September 2013 di Gedung De Javasche Bank Indonesia Surabaya di bawah conductor Avip Priatna, disusul konser berikutnya di Ciputra Hall Surabaya di bawah conductor Addie MS.
Finna: Sebelumnya dimulai dari terbentuknya Ensemble Chorda Sonum beranggotakan 12 orang, lalu bang Avip Priatna memberi ide untuk membuat dalam format yang lebih besar yaitu String Orchestra

Apa tujuan dan misi dibentuknya SOOS?
Shienny: Tujuannya pada saat itu hanya simple saja. SOOS ingin menerapkan disiplin tinggi dalam bermusik. Ini tidak hanya menyangkut tentang kemampuan bermain saja tapi mencapuk berbagai macam aspek yaitu kedisiplinan waktu, komitmen, kerja sama professional, tanggung jawab, berusaha memberikan yang terbaik dan saling menghargai. Misinya adalah membawa kualitas musik klasik terutama di kota Surabaya ke taraf yang lebih dan mampu sejajar dengan kualitas internasional.
Finna: Kami juga ingin orkes ini bisa menjadi wadah untuk musisi-musisi muda khususnya pemain string untuk bisa berteman, bermusik bersama dan sebagai pengajar yang dulunya pernah menimba ilmu tentang dunia orkes, saya ingin memberikan edukasi tentang bgmn bermain dalam bentuk chamber atau orchestra, bagi adik-adik yang ke depannya ingin melanjutkan studi di bidang musik tentu saja ini sangat bermanfaat.

Article Inline Ad

Bagaimana keanggotaan SOOS? Pemain tetap, atau valounter?
Shienny: Sistem keanggotaan SOOS tergantung dengan konsernya. Kita memiliki pemain inti, pemain tetap dan ada juga pemain yang dipersiapkan untuk meningkatkan level kemampuan permainan mereka ke tahap yang lebih tinggi.
Finna: Yang anggota tetap dan selamanya itu ya Finna dan Shienny karena kami pelatihnya hahaha…. Mostly anggotanya adalah murid kita, tapi banyak juga musisi muda lainnya yang bergabung, murid dari teman-teman kami, asalkan sesuai dengan kriteria kami welcome untuk siapa saja yang ingin bergabung

Apa suka dan dukanya mengelola SOOS?
Shienny: Dukanya sampai saat terus terang belum saya rasakan. Karena setiap kali bekerja keras untuk mengelola dan mewujudkan sebuah konser, baik dalam proses maupu pelaksanaannya kita selalau didukung oleh support system yang baik. Kalau sukanya banyak sekali. Terutama setelah melewati 10 tahun berdiri, jika diperhatikan akhir-akhir ini bahwa SOOS selalu berkolaborasi dengan musisi ternama Indonesia dan luar negeri, dan juga mendapatkan kesempatan untuk tampil di dalam dan luar negeri.
Finna: Sukanya 1000 dukanya 0 hahaha… karena saya sangat suka musik semua kegiatan bermusik saya anggap fun, menarik dan saya so excited untuk mencari tau bagaimana cara mengajar dengan baik, bagaimana bisa bagus, menampilkan program apa, dan bagaimana bisa sukses pada hari konser. Tentu saja ada hal-hal kecil yang terjadi di setiap komunitas tapi itu semua tidak menjadi masalah bagi kami untuk mengelola SOOS, 11 tahun yang Alhamdulillah lancar dan happy

Tantangan dan masalah apa yang dirasa berat dalam mengelola SOOS? Bagaimana kalian mengatasinya?
Shienny: Sejauh ini belum ada. Karena sebelum sampai ke tahap pengelolaan apapun, baik keanggotaan maupun persiapan konser kami selalu memberikan penjelasan yang lengkap dan detail. Sehingga dalam pelaksanaannya, syukurlah selalu sesuai dengan rencana. Hal ini sangat-sangat kita syukuri.
Finna: Sama dengan jawaban Shienny hahaha….Intinya tidak ada yang berat dalam mengelola sesuatu yang kami sukai dan cintai

Bagaimana kalian membiayai SOOS?
Shienny: Perlu diketahui bahwa di SOOS tidak ada system iuran tetap dari pemainnya. Jadi dana konser kami dapatkan dari biaya partisipasi yang tidak besar jumlahnya. Dari situ kita kelola dengan baik, sehingga mampu mewujudkan sebuah konser. Selama kami merasa cukup dan tidak kekurangan, kita berdua tidak memikirkan profit. Perlu diketahui juga bahwa sekalipun ada dana sisa, kami sama sekali tidak mengambil salary, karena yang kita lakukan selama ini adalah salah satu bentuk dedikasi dan komitmen untuk memajukan musik klasik di Surabaya.
Finna: Betul apa yang diutarakan Shienny….

Menurut kalian berdua, mengapa SOOS mampu bertahan hingga saat ini?
Shienny: SOOS mampu bertahan hingga saat ini karena kerjasama yang baik antara pendirinya, pemain SOOS, musisi tamu yang berkolaborasi dan pengelola konser serta dukungan orang tua para pemain. Tanpa pilar-pilar ini, SOOS tidak akan mampu sendirian mencapai level sekarang. Untuk itu kita tidak lupa mengucapkan terima kasih.
Finna: Kita sangat beruntung karena kita didukung oleh musisi professional maupun musisi muda yang mana mereka juga sama cintanya bermusik, jadi tim kita sangat solid, baik dalam hubungan sehari-hari maupun dalam bermusik. Kebersamaan yang erat ini yang mampu menopang SOOS hingga betahan sampai saat ini

Kalian sering berperan sebagai konduktor SOOS. Apa problem dan tantangan yang dihadapi seorang konduktor?
Shienny: Tantantangannya adalah, seorang Konduktor yang baik perlu mengetahui cara menafsirkan skor, memahami ansambel dan harus mengetahui cara membuat musik terdengar bagus. Dia memainkan musik menggunakan orkestra sebagai instrumennya.Harus menjaga tempo, tetapi juga dapat mengubah tempo. Mempercepat atau memperlambatnya dalam beberapa bagian, menggunakan gerakan tubuh. Selain tempo dan nuansa musik, konduktor juga harus menyampaikan dinamika dan artikulasi kepada para musisi.
Finna: Seorang konduktor untuk mengetahui sejarah komposisi yang dimainkan karena ada banyak detail yang perlu diketahui tentang suatu periode musik atau komposer selain not dalam skor, dan detail ini memengaruhi bagaimana sebuah karya harus dibawakan.

Apa harapan kalian berkenaan dengan SOOS, ke depannya?
Shienny: Harapan saya penggemar dan pecinta musik klasik di Surabaya semakin meningkat melalui penampilan konser SOOS. Karena meningkatnya jumlah musisi di Surabaya terus terang tidak sebanding dengan penggemar dan pecinta musik-nya. Jika hal ini bisa balance, kita yakin bahkan musik klasik akan semakin mendapat tempat di hati masyakarat.
Finna: Saya berharap semakin banyak anak-anak muda yang tertarik bermain ensembel, karena membantu meningkatkan akurasi, ekspresi, dan musikalitas. Ensembel juga dapat membantu anak belajar memadukan dan menyeimbangkan, menjaga ketukan, dan memperhatikan detail saat membaca musik.

Bagaimana kalian merealisasikan dan harapan itu?
Shienny: Tidak menyerah, berpikir kreatif dan tetap fokus pada obsesi dan harapan tesebut melalui sebuah penampilan konser yang bagus.
Finna: Harus kreatif mencari sesuatu yang baru dan menarik

Sebagai guru violin, apa misi profesionalitas kalian?
Shienny: Misi saya adalah menghasilkan pemain-pemain violin yang bagus dan berprestasi. Tidak hanya mampu bermain baik saja, tapi mampu bekerja keras, disiplin dan selalu meningkat ke arah yang lebih baik.
Finna: Membangun ekosistem pengajaran violin dan musik orchestra yang professional dan berkualitas

Bagaimana kalian merealisasikan misi tersebut?
Shienny: Menerapkan system belajar mengajar yang sesuai dengan masing-masing personal murid. Tidak semua murid memiliki kemampuan dan karakter sama. Namun tetap menuju ke arah yang sama sehingga murid tersebut dapat mencapai standard permainan.
Finna: Memperbanyak pertunjukan agar talenta anak-anak berkembang di pertunjukan yang sesungguhnya

Apa misi profesional kalian sebagsi pemusik?
Shienny: Misi saya sebagai violinist professional yaitu terus mampu meningkat dan memposisikan diri serta selalu berkembang.
Finna: Sama hehehe…..

Bagaimana merealisasikan misi profesional kalian?
Shienny: Berkomitmen menjadi guru yang berkualitas dan mampu bemain dengan baik. Tidak puas dengan pencapaian yang ada sekarang. Selama masih bermain violin, disiplin dan kerja keras dalam berperan sebagai guru dan pemain violin akan tetap saya pertahankan.
Finna: Menjadi profesional dan kreatif dengan mencari sesuatu yang baru untuk pengembangan diri

Sebagai guru violin, problem apa yang sering kalian temui dalam mengajar, dan bagaimana kalian memecahkanya?
Shienny: Berbicara tentang masalah dan problem, sejauh ini saya tidak bisa mengingat-ingat. Karena terus terang saya sangat menikmati prosesnya. Baik yang lambat maupun cepat. Proses belajar mengajar violin bagi saya adalah healing, dan saya sangat bahagia melakukannya. Masalah yang muncul biasanya saya selesaikan dengan cepat sehingga saya sendiri tidak ingat. Jika hanya karena murid yang tidak disiplin dan kurang Latihan, maka itu saya anggap masalah dari mereka sendiri. Dan masalah itu tidak mau saya temui di dalam kelas saya. Setiap murid sudah paham akan hal ini sebelum mereka memulai belajar dengan saya.
Finna: Bingung jawabnya hahaha…. karena masalah setiap murid berbeda-beda, mostly adalah masalah bow distribution di tangan kanan untuk mengeluarkan suara indah, dan karena saya tipikal orang yang suka mencari tau, saya memakai beragam cara supaya anak tersebut bisa memahami maksud saya. Bagi saya semua anak itu indah dan saya excited mencari cara bagamana anak tersebut bisa mencapai goalnya di bawah bimbingan saya.

Selain violin, kalian juga menguasai harpa dan juga mengajar harpa. Mengapa tertarik dengan harpa dan Apakah kalian melihat korelasi musikal antara harpa dan violin?
Shienny: Harpa, adalah second instrument saya setelah violin. Saya tertarik dengan harpa karena suaranya yang indah. Karena dua-duanya juga dari keluarga string instrument, maka sangat cocok dimainkan bersama dalam string orchestra dan hal ini sangat saya syukuri.
Finna: Cara memainkan Violin dan Harpa memang berbeda, tetapi menjadi sebuah kombinasi yang indah jika dipadukan

Sebagai guru musik, apa harapan kalian terhadap pengajaran musik di tanah air?
Shienny: Hmmm ..pengajaran musik ya. Guru yang baik tidak pernah berhenti belajar dan akan selalu haus akan ilmu. Guru yang baik akan memberikan contoh yang baik kepada muridnya. Sedemikian simple saja. Hal ini akan mampu meningkatkan kualitas generasi muda. Itu saja menurut saja sudah cukup. Saya selalu berkomitmen bahwa mengajar music di tanah air itu tidak berharap untuk perubahan instant, namun ini adalah hal yang saya wariskan untuk dunia music klasik khususnya biola di Surabaya dan Indonesia.
Finna: Saya ingin musisi muda di Indonesia bisa di level setara dengan luar negeri, dan memang sekarang ini banyak musisi kita yang sangat bagus dan mampu menyamai musisi luar.

Sebagai musisi, apa yang kalian harapkan ke depannya?
Shienny: Sebagai musisi, bahwa apa yang ada di saat ini di Indonesia sudah jauh lebih baik daripada masa-masa awal saya belajar musik. Harapan saya cuman sederhana saja, generasi muda mampu meneruskan perjuangan ini.
Finna: Terus berlatih, berkarya, dan berikan pertunjukan musik sebaik mungkin dan meninggalkan kesan indah yang mendalam bagi penonton

Pesan apa kepada anak-anak muda yang saat ini sedang belajar dan berkarier di dunia musik?
Shienny: Belajar musik, entah pada nantinya kalian akan menjadi musisi atau tidak, banyak hal baik yang diajarkan melalui musik. Musik adalah bahasa universal, kita mampu hidup bersama dengan aneka keragaman, saling menghargai satu sama lain, musik mengajarkan disiplin dan kerja keras, bahwa jika nanti tidak menjadi musisi maka musik ini mampu menjadi sebuah refreshment dalam menjalani hidup, displin tidak hanya pada waktu main musik saja, namun bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti hal yang sederhana saja yaitu disiplin waktu.
Finna: Dream big! Kalian bisa sukses apabila mempunyai mimpi yang ingin dicapai tentu saja dengan kerja keras juga

Apa pesan kalian untuk sesama guru musik?
Shienny: Sebagai guru, bahwa anak-anak adalah kanvas kosong. Mari kita mengisi mereka dengan menggali talent mereka sedalam-dalamnya. Itu keyakinan saya.
Finna: Through music stanger become friend and friend become family

Apa filosifi hidup kalian?
Shienny: You only live once, be a legend! . Jangan setengah-setengah hahahaha….
Finna: Musik saya adalah cerminan dari hidup saya, maka itu apabila ingin bermusik yang sehat, akan saya mulai dari basic paling pertama, keluarga yang sehat, guru yang sehat akan menghasilkan murid yang sehat baik secara pola pikir maupun permainan. (eds)

Article Bottom Ad