Tentang Opus, BWV, KV, WoO

332

Article Top Ad

Dr. Stephanie Yth,
Saya telah membaca artikel Anda selama beberapa tahun. Terima kasih atas kontribusi Anda pada majalah Staccato. Saya bermain piano dan saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang detil dari musik-musik yang saya mainkan. Pertanyaan saya ini mungkin cenderung sangat sederhana dan mudah, tetapi saya selalu penasaran mengapa karya-karya musik klasik selalu ditandai dengan opus dan istilah-istilah lainnya. Misalnya, pada karya-karya Beethoven, banyak yang ditandai dengan opus dan juga ada yang ditandai dengan Woo. Ketika saya mengamati komponis-komponis lainnya, karya-karya mereka tidak memakai opus, contohnya Mozart memakai K atau KV? Bach juga berbeda. Apakah logis dari perbedaan ini? Saya harap Dr. Stephanie bisa membantu mengklarifikasi topik ini. Terima kasih banyak atas waktu Anda.

Clarence
jscl***@gmail.com

 

Article Inline Ad

Saudara Clarence yang baik,
TERIMA kasih atas email Anda. Topik ini memang cenderung tidak sering dibahas, tetapi saya sangat senang Anda ingin memahami logika di balik topik ini. Saya bukanlah seorang ahli pada topik ini, tetapi saya akan mencoba untuk menjelaskan pengetahuan umum di balik topik ini.

Banyak komponis menulis karya-karya musik yang ratusan jumlahnya. Banyak dari antara karya-karya ini yang ditulis bukan hanya pada tanda kunci yang sama, tetapi juga memiliki judul yang sama, misalnya Beethoven mengarang 3 piano sonata pada kunci C minor Op. 10 No. 1, Op. 13, dan Op. 111.

Tanpa menempatkan nomor yang spesifik untuk setiap karya, akan sangatlah sulit untuk mengidentifikasi karya-karya tersebut. Oleh karena itu, banyak musikologis atau ahli musik menyusun katalog yang berfokus pada karya-karya oleh komposer tertentu dan memutuskan untuk memberikan nomor yang spesifik untuk setiap karya yang ditulis komponis tersebut.

Untuk membuatnya lebih jelas, banyak katalog juga menyertakan cuplikan dari karya yang disebut dengan”incipit”. Anda mungkin pernah mendengar istilah BWV (Bach-Werke-Verzeichnis) pada karya-karya musik dari Johann Sebastian Bach.

Katalog dari karya-karya Bach ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1950 oleh Wolfgang Schmiede. Katalog ini diorganisir berdasarkan “genre” atau jenis instrument yang dikarang. Pada katalog ini, karya-karya Bach tidak selalu diorganisir secara kronologis.

Ini dapat dikarenakan karena banyak karya-karya yang ditemukan setelah katalog edisi pertama diterbitkan. Lebih dari 200 karya-karya yang hilang, meragukan ataupun yang pernah dicurigai adalah karya J.S.Bach dikatalog sebagai BWV.Anh (Bach-Werke-Verzeichnis Anhang).

Komponis dari jaman Baroque lainnya yang mengarang lebih dari 500 sonata untuk alat musik jenis keyboard adalah Domenico Scarlatti. Pada karya-karya Scarlatti, seringkali kita melihat dua ataupun tiga nomor pada satu karya yang sama, misalnya pada sonata E minor, karya ini ditandai dengan nomor K. 15, L. 374, dan P. 71.

Ini dikarenakan oleh adanya tiga orang musikologis yang membuat katalog karya-karya Scarlatti, yaitu Longo, Kirkpatrick dan Pestelli. Komponis dan musikologis asal Italia Alessandra Longo mengumpulkan karya-karya keyboard Scarlatti, membuat katalog, dan juga menerbitkan karya-karya tersebut pada 11 volume atau jilid.

Pada abad ke-20, musikologis dan pemain harpsichord dari Amerika Serikat, Ralph Kirkpatrick menyusun kembali katalog karya-karya Scarlatti secara kronologis. Musikologis dari Italia, Pestelli, juga menerbitkan versinya (1967) yang mencakup 555 sonata karya Scarlatti untuk keyboard.

Menjawab pertanyaan saudara Clarence di atas, memang benar bahwa karya dari Wolfgang Amadeus Mozart ditandai dengan K. atau KV. Lain dengan karya-karya dari Scarlatti yang menggunakan L. untuk nomor yang diberikan oleh Longo atau K. yang diberikan oleh Kirkpatrick, K. dan KV. pada karya-karya Mozart sebetulnya adalah sistem penomoran yang sama.

K. dan KV. dibuat oleh Ludwig Ritter von Köchel. KV. adalah singkatan dari Köchel-Verzeichnis yang artinya adalah katalog Köchel. Katalog ini disusun secara kronologis. Köchel juga menyertakan beberapa bar awal dari setiap karya yang dikarang Mozart sebagai referensi yang juga dikenal dengan istilah “incipit.” Panjang dari katalog ini berjumlah sebanyak 551 halaman dan mencakup 626 karya-karya karangan Wolfgang Amadeus Mozart.

Karya-karya dari Joseph Haydn disusun oleh seorang kolektor dan musikologis asal Belanda yang bernama Anthony van Hoboken. Katalog yang dinamakan Joseph Haydn, Thematisch-bibliographisches Werkverzeichnis ini mencakup lebih dari 750 karya-karya Haydn yang tercatat dalam 1936 halaman. Seperti pada katalog karya Mozart, Hoboken juga menempatkan setiap karya Haydn dengan “incipit.” Katalog ini juga mencantumkan pembahasan mengenai sumber manuskrip asli, edisi-edisi awal, dan ulasan penting pada karya-karya Haydn.

Katalog ini disusun berdasarkan alat musik yang ditulis atau “genre” dari karya tersebut. Setiap nomor identifikasi karya Haydn diawali dengan Hob (yang adalah singkatan dari Hoboken) dan diikuti oleh angka romawi yang menandakan “genre” atau jenis dari karya tersebut.

Misalnya, piano sonata terakhir dari Haydn pada kunci E-flat mayor ditandai dengan Sonata Hob. XVI/52. Angka romawi XVI menandakan bahwa ini adalah sonata untuk piano, dan 52 adalah nomor sonata untuk piano yang ke-52. Beberapa genre umum yang sering kita temukan, antara lain adalah:

I.Symphonies
III. String Quartets
V. String Trios
XIV. Divertimenti with piano
XVa. Piano Duos
XVI. Piano Sonatas
XVII. Piano Pieces
XVII. Piano 4 Hands
XVIII. Keyboard Concertos
XXI. Oratorios
XXVI. Songs and Cantatas with Piano

Seperti yang Anda katakan tadi, Ludwig van Beethoven sering memakai istilah Op. atau Opus pada karya-karyanya. Namun demikian, ada juga karya-karya Beethoven lainnya yang menggunakan istilah WoO yang adalah singkatan dari “Werke ohne Opuszahl” atau Karya-karya yang tidak mempunyai nomor opus.

Pada masa hidup beliau, karya-karya yang diterbitkan diberikan nomor Opus oleh penerbitnya agar karya tersebut dapat diidentifikasikan dengan lebih mudah. Namun demikian, banyak sekali karya-karya Beethoven yang tidak pernah diterbitkan.

Menurut beberapa sumber, ini dikarenakan Beethoven merasa tidak terlalu puas dengan karya-karya lainnya yang tidak diterbitkan. Pada tahun 1955, musikologis dari Jerman Georg Kinsky dan Hans Halm membuat katalog karya-karya Beethoven yang tidak pernah diterbitkan dan juga beberapa karya yang tidak pernah selesai dikarang. Katalog yang dikenal dengan nama Kinsky-Halm Catalogue ini mencakup 228 karya-karya Beethoven yang ditandai dengan WoO. Salah satu karya Beethoven yang populer yang ditandai dengan WoO adalah “Für Elise” WoO59.

Pada tahun 1951, karya-karya dari Franz Schubert ditandai dengan D yang adalah singkatan dari Deutsch. Katalog karya-karya beliau disusun secara kronologis oleh Otto Erich Deutsch.

Sejak sekitar abad ke-19, biasanya para penerbit memberikan nomor Opus pada karya-karya yang diterbitkan. Apabila Anda melihat karya-karya dari Frederic Chopin, karyanya itu biasanya ditandai dengan Op. Terkadang, karyanya ditandai dengan Op. Posth. atau Op. Posthumous. Ini dikarenakan karya tersebut diterbitkan setelah komponis tersebut meninggal dunia.

Seperti yang Anda baca tadi di atas, banyak sekali musikologis yang mendedikasikan waktu dan karir mereka dengan mempelajari dan mengumpulkan karya-karya komponis tertentu. Mereka menerbitkan hasil jerih payah mereka pada buku katalog yang bertujuan untuk mempermudah musikus-musikus seperti kita untuk dapat lebih mudah mengidentifikasikan karya-karya musik komponis tertentu.

Walaupun saya tidak dapat mencantumkan sistem katalog dari semua komponis di artikel ini, saya berharap bahwa artikel ini dapat membantu saudara Clarence dan para pembaca Staccato lainnya dalam memahami sistem katalog komponis-komponis musik klasik.

Salam Staccato,

Dr. Stephanie

Doktor Stephanie Neeman telah memenangkan berbagai kompetisi terkemuka di Indonesia, termasuk juara pertama Kompetisi Piano Yamaha tingkat nasional ketika ia masih berusia enam tahun. Stephanie juga memenangkan juara pertama kompetisi piano internasional diantaranya Empire State International Piano Competition, Lillian Fuchs Chamber Musik Competition, NJMTA Piano Competition, dan Liszt-Garrisson International Piano Competition ditambah dengan penghargaan “The Best Interpretation and Outstanding Performance of Franz Liszt” di Amerika Serikat. DR. Stephanie Neeman meraih gelar Bachelor of Musik dan Master of Musik dari Manhattan School of Musik di New York City dan Doctor of Musical Arts dari College-Conservatory of Musik di University of Cincinnati dengan beasiswa penuh sebagai murid dari pianis legendaris Prof. James Tocco. “DR. Stephanie Neeman kini adalah CEO/Artistic Director dari Musik for Canberra di Australia dan menjabat sebagai pimpinan bagian conservatory dari Elly Lim Musik Studio/E.L.M.S. Conservatory di Jakarta. Untuk info lebih lanjut: http://www.neemanpianoduo.com atau [email protected]. Selamat mengikuti.

Article Bottom Ad