SEBAGAI orangtua, harusnya tidak ragu-ragu memahami betapa pentingnya mempersiapkan putra-putrinya untuk masa depannya kelak. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan di masa depan. Maka apabila saat ini ditunjukkan sebuah cara ampuh yang mempengaruhi IQ putra-putri Anda, bukankah itu merupakan suatu petunjuk langkah yang tepat bagi kita?
SEBAGAI orangtua, mau tidak mau dituntut harus terlibat secara aktif dalam proses pendidikan untuk mencapai keberhasilan putra-putri anda secara akademik. Disamping berupa bimbingan, bantuan dan dorongan, masih ada sebuah elemen lainnya yang tidak banyak diketahui orang. Padahal, hasil penelitian yang tidak diragukan keakuratannya tentang “perangkat pendidikan” itulah yang justru yang dapat membantu putra-putri anda dapat mencapai keberhasilan yang lebih baik dalam bidang akademik.
Hasil penelitian ini banyak diketahui oleh masyarakat umum, setelah menurut sejumlah studi menyebutkan adanya sebuah hubungan yang sangat besar antara musik dan intellegensi. Sebagai orangtua, penemuan itu jelas memberikan informasi yang luar biasa, bila mau meluangkan lebih banyak waktu untuk mempelajarinya tentang hasil yang menakjubkan dari penelitian-penelitian ini dan bagaimana anak-anak dapat memanfaatkan penemuan ini dengan hasil yang sama menguntungkannya.
Anak-anak yang mendapatkan pelajaran dan pelatihan piano atau keyboard diketahui mendapatkan 34% nilai test lebih tinggi dalam kadar kemampuannya. Pada tanggal 19 Pebuari 1996, majalah Newsweek memuat dua artikel pembuka yang kemudian menjadi issue utama, sekaligus membukakan kedua mata masyarakat pada umumnya melalui artikel tersebut. Artikel pertama berjudul “Your Child’s Brain” mengungkapkan sbeuah studi yang dipimpin oleh seorang psikolog bernama Dr. Gordon Shaw dan Dr. Farnces Rauscher di UC Irvine.
Studi itu menemukan bahwa setelah memberikan 19 anak usia pra sekolah pelajaran menyanyi atau pelajaran piano, anak-anak ‘dalam waktu tertentu memiliki kemajuan secara dramatis’, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapatkan pelajaran musik. Hal ini dapat dilihat secara langsung kemampuan mereka dalam menata cara kerjanya yang simpang siur, gambar-gambar geometri atau tahapan-tahapannya, serta pola-pola meniru dari dua blok musik.
Menurut tim UC Irvine hal itu menunjukkan, “kegembiraan atau kegairahan yang melekat pada otak menjadikannya semacam pola-pola yang memiliki kemampuan mengubah secara positif bagi mereka dalam mengerjakan penugasan-penugasan yang kompleks.”
Artikel kedua bertajuk “Mengapa sekolah menggembor-gemborkan Biologi?” yang memberikan detail lebih baik tentang neuron, synapsis dan hubungan axtonal. Padahal detail-detail tersebut bukan tidak mungkin untuk dipahami.
Selain itu, daya tarik kuat lainnya dari studi yang dikerjakan oleh tim UC menyebutkan bahwa, “pelajaran musik, khususnya petunjuk dalam permainan piano, jauh lebih unggul daripada yang lainnya termasuk instruksi-instruksi untuk komputer. Yaitu pengaruh yang dapat mengubah secara dramatis kemampuan abstrak yang dibutuhkan anak-anak untuk mempelajari matematika dan science.”
Penelitian yang dipublikasikan pada Febuari 1996 itu mengusung issue tentang penelitian Neurologi, dengan memaparkan hasil-hasil mereka selama dua tahun melakukan riset dan menggunakan empat kelompok anak-anak pra sekolah. Dalam eksperimen tersebut, sekelompok anak pra sekolah menerima pelajaran piano dan keyboard secara privat. Sedangkan kelompok kedua mendapatkan pelajaran menanyi, sementara kelompok ketiga diajarkan tenatang komputer, juga secara privat.
Secara keseluruhan, anak-anak yang belajar dan berlatih piano atau keyboard menunjukkan 34% lebih tinggi nilai test kemampuan temporalnya untuk mengukur ruang. Tidak pelak lagi ini membuktikan, musik bisa mempertajam fungsi otak yang dibutuhkan dalam pelajaran matematika, science, dan teknik.
Mengubah Cara Pandang
Penemuan-penemuan ini dapat mengubah cara pandang para pendidik pada inti dari rencana pengajaran sekolah, sebagaimana tujuan dari belajar musik untuk ‘pembinaan dan pemeliharaan’ intelek dan menghasilkan kemajuan dalam waktu jangka panjang.
Dr. Rauscher mengatakan, “Tidak perlu diragukan lagi beberapa bukti menyatakan seacara jelas bahwa anak-anak usia belia memiliki kesulitan dalam memahami beberapa bagian konsep. Pada umumnya, kesulitan seperti itu ditemui mereka dalam pelajaran matematika dan ilmu pasti, dan hal itu tidak banyak membuahkan keberhasilan meski sekolah telah berusaha untuk mengembangkan beberapa program dan pengajaran dengan menerapkan berbagai konsep sesuai dengan sistem sekolah.”
Sebagai sebuah penelitian, Dr. Shaw menambahkan, “Tingkat kesulitan pada anak-anak yang mengakamu kemajuan dramastis dalam kemampuannya untuk mengukur ruangan secara temporal, sebagai sebuah hasil dari latihan dan belajar musik, seharusnya menjadi ketertarikan tersendiri bagi kalangan ilmuwan dan para pendidik.”
Apa yang telah dikerjakan oleh tim UC dalam studinya itu mengindikasikan bahwa latihan bermain musik membangkitkan hubungan-hubungan antar neural yang biasanya dipergunakan untuk menghadapai persoalan abstrak seperti yang dibutuhkan mereka ketika harus memahami konsep-konsep yang ada dalam matematika.
Hubungan antara neural bertanggungjawab atas keselurugan tipe intelegensi dan otak seorang anak akan berkembang menuju kemampuan dengan potensi penuh, hanya dengan membuka jalan dan memberikan pengayaan sebanyak-banyaknya pengalaman masa kanak-kanak. Eksperimen berikutnya menunjukkan dimana sel-sel otak akan saling berhubungan dengan sel otak lainnya.
Dr. Shaw dan Rauscher, melalui riset yang sebelumnya, telah melaporkan sebuah “hubungan kebetulan antara pelatihan musik dengan kemampuan spatial-temporal yang ditemukan pada anak-anak pra sekolah tahun 1994. Serta riset terhadap mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi yang mendengarkan sonata Mozart pada tahun 1993 dan 1995”.
Meskipun pelajaran piano itu sendiri merupakan langkah fundamental untuk memberikan sarana bagi seorang anak dalam mengapresiasikan musik, namun ternyata belajar piano juga memberikan keuntungan lain yang tidak kalah besarnya dalam bidang diluar musik.
Kadang-kadang, tidak terlalu penting bagi seorang anak harus memainkan sebuah lagu secara sempurna. Apa yang terpenting bagi anak-anak adalah mereka yang dapat mengembangkan kemampuan terbaiknya yang terpendam.
Bermain musik, terutama piano inilah yang disebut-sebut sebagai ‘perangkat pendidikan’ yang dapat membantu ekselerasi perkembangan seorang anak. Anak-anak yang belajar piano secara tidak disadari mempelajari kualitas terhadap nilai-nilai, seperti konsentrasi, koordinasi, dan kepercayaan diri. Kualitas-kualitas ini yang disebut dengan tiga K dan perangkat ini dapat membantu anak-anak mencapai potensi penuh yang dimilikinya.
Konsentrasi penuh sangat dibutuhkan kala mereka bermain piano. Dalam proses belajar musik tersebut, seorang anak akan mencoba mempelajarinya melalui membaca dua garis musik dan mempergunakan kedua pendengarannya, lengan, tangan, kaki, dan keseluruhan jari-jarinya dengan mengirimkan ke otak sebuah pesan yang berbeda-beda untuk masing-masing bagian anggota tubuh tersebut, karena kesemuanya akan bekerja secara bersama-sama. Tidak ada aktivitas yang mampu menandingi skill ini untuk dipergunakan membangun sebuah musik.
Kepercayaan Diri
Koordinasi pikiran dan otot juga dapat diperoleh melalui belajar piano, kemudian dikirim kedalam berbagai aktivitas sehari-hari, yang dapat mempengaruhi kemjuan kerja koordinasi dari tangan – mata, menjadikan olahraga yang menyenangkan dan lebih baik, serta lebih dapat memenuhi penggunaan kedua sisi dari otak.
Kepercayaan diri kemudian berkembang, sejalan dengan sorang anak yang mulai berani berksperimen yang diperoleh dari manfaat melalui konsentrasi dan koordinasi. Jelas hal itu adalah penghargaan bagi seorang anak untuk melengkapi kebahagiannya usai mengerjakan penugasan yang tidak mudah, yang akan mengikutinya menjadi perasaan yang membahagiakan.
Dengan kata lain, tiga K ini dapat membantu membangun sebuah landasan yang berperan terhadap pertumbuhan anak dan memperoleh banyak manfaat bagi dirinya di masa sekarang maupun masa depannya. Pada tahun 1991, sebuah pilot proyek piano atau keyboard membuahkan beberapa hasil yang meyakinkan dan mengagumkan.
Hal itu dapat menggambarkan secara berani dan tegas sebagai “sebuah revolusi dalam seni pengajaran”. Para kalangan pemimpin sekolah dan pengusaha tidak memiliki apa-apa, namun penghargaan pada proyek tersebut telah dimulai sejak 1990.
Sekolah Dasar Davis di Greenwood, Mississippi dipilih menjadi salah satu kelompok responden, untuk mempermudah mengimplementasikan program tersebut. Program ini mencontoh model yang pernah dikerjakan di Jepang, dengan menunjukkan hasil yang sama positifnya.
Reading dan Matematika
Sebagaimana yang dapat dilihat, bahwa terdapat pengaruh substansial dalam dua bidang sekaligus, yaitu reading dan matematika pada khususnya. Tanpa mempelajari musik, ternyata ada sebuah pengaruh sedikit pada kedua bidang tersebut. Pengaruh prosentase diperoleh dari membandingkan yang didasarkan pada nilai SAT yang diambil sebelum dan setelah program tersebut dijalankan.
Hasil-hasil yang diperoleh luar biasa menggembirakan, hanya dalam jangka waktu satu minggu, satu grup yang terdiri dari 12 hingga 15 anak menunjukkan hasil yang positif. Apakah kedengarannya begitu lazim? Itu bagaikan pelajaran piano yang diberikan kepada beberapa anak pada saat itu juga oleh seorang guru yang telah berpengalaman melanglang dunia.
Melalui pengajaran privat dengan pemberian materi one on one, hasil yang diperoleh kemungkinan jauh lebih baik. Khususnya bila hal ini disertai dengan dorongan untuk senantiasa latihan secara terus-menerus.
Menurut sebuah artikel yang dikemukakan oleh pimpinan paduan suara untuk Sounds of Aloha dan paduan suara Hawaii’s Men, Tom Houton mengatakan, “Musik mampu membawa kemajuan yang positif bagi kemampuan sekolah”. Bukan hanya itu, anak juga memperoleh efek dalam hal pengembangan sosial yang hasilnya didapat dari seorang anak yang menerima pelajaran musik. Dan itu hanya merupakan tip dari upaya membongkar bongkahan es.
Hasil sesungguhnya adalah penghargaan akedemik yang diperoleh. Kesimpulan dari artikel ini adalah “Terutama pada seorang anak yang sejak awal pertumbuhan, pengaruh pengajaran musik dan aktivitas dalam perkembangan mentalnya, berlangsung secara dramatis.” Selain itu ada beberapa bukti yang menguntungkan terutama sekali pada mereka yang tergolong “low learners”.
Angka-angka pernilaian yang menunjukkan adanya sbeuah pengaruh siginifikan dari pengajaran musik, merupakan investasi jangka panjang. Sebagai orangtua, Anda tidak banyak waktu untuk mempengaruhi dan membentuk putra-putri Anda dengan cara yang positif untuk masa depannya.
“Seratus tahun dari sekarang, saya mungkin tidak akan peduli berapa banyak uang yang ada dalam rekening bank saya, atau seberapa besar atau kecilnya rumah kediaman saya, atau bagaimana model mobil yang saya miliki. Tetapi dunia mungkin akan menjadi berbeda karena saya lebih mengabdikan hal yang lebih penting dalam kehidupan seorang anak.” (Dien A. Basri)








































