Dr. Stephanie – Penggunaan Ipad untuk Mengajar dan Performing

581

Article Top Ad

Kepada DR. Stephanie yang baik,

Beberapa tahun terakhir ini saya suka mengikuti festival dan konferensi guru-guru musik di luar negeri. Saya melihat banyak guru-guru musik yang memakai Ipad ketika mereka mengajar. Saya juga merasa bahwa banyak pianis-pianis sekarang tidak bermain dengan buku lagi, melainkan mereka menggunakan Ipad. Pianis-pianis tersebut juga tidak lagi memerlukan orang untuk membantu membalikkan halaman buku (page-turner), melainkan mereka menggunakan semacam pedal tambahan untuk fungsi tersebut.

Teknologi tambah lama tambah canggih dan saya merasa bahwa mungkin sekarang adalah waktu saya untuk membeli Ipad tersebut untuk mengajar dan untuk membaca buku piano. Saya tidak terlalu fasih dengan teknologi tersebut dan saya melihat di video Anda dan DR. Edward Neeman memainkan piano duet dengan menggunakan Ipad juga.

Article Inline Ad

Apakah Anda dapat memberikan rekomendasi alat-alat tambahan yang perlu dibeli atau app-app apa saja yang diperlukan untuk mengoperasikan fungsi-fungsi yang saya sebut di atas? Terima kasih banyak untuk bantuan Anda. Salam hormat.

 

Nancy Wang

Wongs***@gmail.com

 

 

Saudari Nancy yang baik,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Seperti yang Anda katakan di atas, banyak sekali musisi-musisi jaman sekarang yang menggunakan Ipad untuk mengajar dan untuk membaca partitur-partitur musik.

Sebelum adanya Ipad, ketika saya harus bepergian untuk sekolah ke luar negeri atau ketika saya harus memainkan konser di luar kota, saya seringkali harus membawa banyak sekali buku-buku piano yang sangat tebal dan sangat berat. Setelah memiliki Ipad, kita tidak perlu lagi membawa buku-buku musik karena semua partitur-partitur dapat diakses pada sebuah Ipad yang sangat praktis. Saya juga tidak perlu lagi mencetak partitur-partitur yang saya beli online, karena musik tersebut dapat diakses secara digital pada Ipad.

Sejak memiliki Ipad, saya juga menggunakan Ipad untuk mengajar. Catatan-catatan yang biasanya saya tulis untuk murid di buku tulis mereka setiap minggu, sekarang bisa saya catat langsung di Ipad dan dapat saya kirim segera ke email mereka masing-masing. Alangkah baiknya apabila kita dapat berupaya untuk mengurangi penggunaan kertas-kertas demi melindungi lingkungan di sekitar kita. Penggunaan Ipad dalam mengajar khususnya sangat berguna ketika kita mengajar secara online. Sejak awal pandemi, sang Ipad sangat membantu saya untuk mengajar dengan lebih lancar dan terorganisir.

Saya sendiri juga bukan ahli dalam bidang teknologi. Walaupun demikian, saya akan coba membagikan pengalaman saya selama empat tahun terakhir kepada Anda dan para pembaca Staccato lainnya dalam hal penggunaan Ipad untuk mengajar dan “performing.”

Saya dan suami saya Dr. Edward Neeman masing-masing memiliki Ipad dengan layar sebesar 12.9 inci. Menurut saya, ukuran ini sangatlah tepat untuk membaca satu halaman partitur musik. Perusahaan Apple memang juga menjual produk Ipad Pro dengan layar yang lebih kecil dan memiliki fungsi yang hampir sama dengan harga yang sedikit lebih murah. Walaupun demikian, jika Anda ingin menggunakan Ipad untuk membaca partitur, layar yang sedikit lebih besar akan jauh terasa lebih nyaman.

Saya juga sangat menyarankan penggunaan pensil Apple yang khusus dijual untuk Ipad Pro. Pensil ini sangatlah berguna untuk menandai partitur-partitur musik, menulis catatan, dan sebagainya. Menurut saya, pensil Apple ini cukup peka dan sensitif.

Seperti yang Anda utarakan sebelumnya, banyak sekali musisi-musisi yang tampil dengan menggunakan Ipad dan tidak perlu lagi memerlukan orang lain untuk membalikkan halaman buku mereka. “Page turner” sudah sangat jarang terlihat di konser-konser internasional. Para musisi menggunakan pedal tambahan yang berfungsi untuk membalikkan halaman pada Ipad mereka secara otomatis. Pedal ini terkoneksi ke Ipad melalui teknologi bluetooth. Merek pedal dengan fungsi bluetooth yang cukup terkenal dan sering dipakai musisi-musisi adalah “Air Turn.”

Pedal ini berkisar sekitar USD $99 di www.amazon.com. Merek pedal bluetooth lainnya yang juga mempunyai reputasi yang baik adalah “Donner.” Pedal bermerek Donner ini berkisar sekitar USD$60. Pedal-pedal ini biasanya dilengkapi oleh dua buah tombol. Tombol di sebelah kanan berfungsi untuk membalikkan partitur ke halaman yang berikutnya, sedangkan tombol di sebelah kiri berfungsi untuk membalikkan partitur ke halaman yang sebelumnya ketika diinjak. Pedal bluetooth dilengkapi dengan baterai yang biasanya cukup tahan lama, contohnya pedal Air Turn dapat bertahan selama 150 jam ketika terisi dengan penuh.

Banyak sekali aplikasi-aplikasi yang dapat di-download untuk Ipad Anda. Beberapa aplikasi yang selalu saya gunakan pada Ipad saya antara lain adalah:

 

Notability

Saya selalu menggunakan Notability untuk menulis catatan-catatan untuk murid saya ketika saya mengajar. Setiap murid memiliki folder mereka masing-masing dan saya dapat mengorganisir catatan-catatan saya pada aplikasi ini juga. Saya juga dapat menggabungkan gambar dan tulisan secara bersamaan pada aplikasi ini. Setelah setiap kelas, saya mengirimkan catatan saya kepada setiap murid melalui email ataupun SMS.

 

Forscore

Forscore adalah salah satu aplikasi yang paling penting pada Ipad saya. Aplikasi ini sangat berguna untuk menyimpan semua partitur-partitur musik Anda. Anda juga dapat mengorganisir partitur-partitur berdasarkan nama komponisnya. Pada aplikasi ini, Anda dapat menggunakan pedal bluetooth yang saya sebutkan tadi untuk membalikkan halaman-halaman partitur Anda.

 

Scanner Pro

Banyak sekali partitur-partitur musik yang saya mainkan yang tidak dapat dibeli atau di-download secara online, dikarenakan komposisi ini masih dilindungi oleh hak cipta atau juga partitur yang tersedia online memiliki edisi yang berbeda dari edisi yang saya inginkan. Sebelum adanya Ipad, saya dan keluarga saya memiliki koleksi buku-buku musik, bahkan buku-buku yang lebih dari 50 tahun yang lalu milik almarhumah ibu saya. Partitur-partitur ini dapat saya akses di Ipad dengan menggunakan aplikasi scanner. Saya merekomendasi aplikasi “Scanner Pro” untuk fungsi ini.

 

Metronome Pro

Ketika Anda mencari aplikasi metronome di app store, banyak sekali aplikasi-aplikasi yang dapat memberikan fungsi sebuah metronome. Saya cenderung menggunakan aplikasi “Metronome Pro” karena aplikasi ini cukup sederhana dan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya. Selain itu, aplikasi standar dari “Metronome Pro” itu tidak dikenakan biaya sama sekali.

Jika Anda merasa malas untuk meng-scan partitur-partitur dari koleksi buku musik Anda, banyak sekali partitur-partitur yang dapat di-download gratis di internet. Website yang paling sering digunakan untuk partitur-partitur musik klasik adalah www.imslp.org. Website ini mencakup ​​lebih dari 600 ribu partitur dari sekitar 23 ribu komponis.  IMSLP hanya mencakup partitur-partitur yang sudah tidak lagi memiliki hak cipta lagi, biasanya karena karya-karya ini diciptakan oleh para komponisnya telah meninggal dunia lebih dari 50 tahun yang lalu.

Jika Anda berminat untuk membeli partitur-partitur musik digital dari edisi yang lebih baik, salah satu penerbit asal negara Jerman yang sangat terkenal dan terpercaya, yaitu G. Henle Verlag kini juga menjual partitur mereka secara digital dan penerbit ini memiliki aplikasi mereka sendiri yang bernama Henle Library. Sebetulnya masih ada banyak lagi sumber-sumber lainnya di internet untuk mengakses partitur-partitur yang Anda inginkan. Banyak sekali lagu-lagu populer yang dapat dibeli dengan harga yang sangat terjangkau di berbagai website musik lainnya.

Selain fungsi-fungsi yang saya sebutkan di atas, saya selalu menggunakan Ipad saya untuk mengajar online. Ketika saya mengajar melalui Zoom, saya dapat menyambungkan tayangan Ipad saya ke murid-murid yang dapat menyaksikan secara langsung ketika saya manandai partitur yang mereka mainkan. Fitur ini sangat mempermudah proses belajar-mengajar online. Saya yakin masih ada banyak lagi fitur-fitur dan fungsi-fungsi lainnya yang tidak saya sebutkan di atas yang dapat memperkaya pengalaman Anda sebagai seorang musisi dengan menggunakan teknologi yang canggih ini.

Saya juga ingin tekankan sekali lagi bahwa saya ini bukanlah seorang ahli dalam bidang teknologi. Alat-alat elektronik yang saya sebutkan tadi di atas bukanlah merek yang mutlak dan terbaik untuk semua orang. Banyak orang yang lebih memilih tablet yang menggunakan sistem operasional “Windows,” contohnya seperti Microsoft Surface Pro, ataupun merek-merek lainnya untuk pedal bluetooth dan sebagainya. Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya sendiri dalam menggunakan teknologi-teknologi tersebut.

Penggunaan teknologi-teknologi yang terkini memang memakan biaya yang besar dan tidak untuk semua orang. Namun demikian, jika Anda mampu secara finansial, saya sarankan Anda untuk menggunakan alat-alat elektronik dengan teknologi terkini, yang dapat membantu Anda untuk bermusik dengan lebih mudah dan nyaman ataupun memberikan motivasi kepada Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Semoga artikel ini dapat berguna dalam memberikan panduan mengenai penggunaan Ipad untuk mengajar dan “performing” bagi saudari Nancy dan para pembaca Staccato lainnya di tanah air.

 

Salam Staccato,
Dr. Stephanie Neeman


PROFIL Dr. STEPHANIE NEEMAN

Doktor Stephanie Neeman telah memenangkan berbagai kompetisi terkemuka di Indonesia, termasuk juara pertama Kompetisi Piano Yamaha tingkat nasional ketika ia masih berusia enam tahun. Stephanie juga memenangkan juara pertama kompetisi piano internasional diantaranya Empire State International Piano Competition, Lillian Fuchs Chamber Musik Competition, NJMTA Piano Competition, dan Liszt-Garrisson International Piano Competition ditambah dengan penghargaan “The Best Interpretation and Outstanding Performance of Franz Liszt” di Amerika Serikat. DR. Stephanie Neeman meraih gelar Bachelor of Musik dan Master of Musik dari Manhattan School of Musik di New York City dan Doctor of Musical Arts dari College-Conservatory of Musik di University of Cincinnati dengan beasiswa penuh sebagai murid dari pianis legendaris Prof. James Tocco. “DR. Stephanie Neeman kini adalah CEO/Artistic Director dari Musik for Canberra di Australia dan menjabat sebagai pimpinan bagian conservatory dari Elly Lim Musik Studio/E.L.M.S. Conservatory di Jakarta. Untuk info lebih lanjut: http://www.neemanpianoduo.com  atau [email protected]. Selamat mengikuti.

Article Bottom Ad