Gruber dan Kontroversi ‘Silent Night’

34

Article Top Ad

SETIAP Natal, lagu “Silent Night” berkumandang di seluruh pelosok dunia. Dunia mengenal Franz Xaver Gruber sebagai penggubah lagu “Silent Night”. Tetapi terdapat kontroversi tentang siapa sebenarnya yang membuat lagu itu.

FRANZ XAVER GRUBER lahir di Hochberg, Austria. Ia anak laki-laki dari tukang tenun yang miskin. Ketika itu pada umumnya kalangan keluarga kurang mampu tidak banyak memiliki impian, mereka hanya berharap suatu saat kelak anak-anak mereka akan meneruskan tradisi orang tuanya untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Termasuk keluarga Gruber.

Sebagai seorang anak yang masih berusia belia Franz Gruber sudah memiliki ketertarikan yang kuat terhadap musik. Dia mempelajari musik secara diam-diam dengan George Hartdobler, seorang pemain organ, disebuah gereja Parish, di Burghausen. Ketika Hartdobler meninggal dunia, Gruber diberi kepercayaan untuk menggantikan posisi gurunya. Tahun 1807 Gruber diterima sebagai pengajar musik untuk instrument organ dan sexton di Amsdorf. Dan sejak tahun 1816 Gruber juga mulai mengisi waktu kosongnya secara berkala untuk gereja St. Nikolaus di Oberndorf.

Article Inline Ad

Di kota inilah Gruber bertemu Joseph Mohr (1792-1848) yang memberikan pelayanan sebagai asisten pastor di St. Nikolaus dan mempersiapkan tulisan berbentuk naskah-naskah maupun puisi. Mohr boleh dikatakan memiliki kontribusi penulisan teks pada karya “German Te Deum'” buah tangan Gruber yang dibuat Pebruari 1818.

Menurut Gruber, pada 24 Desem ber 1818, Mohr menyerahkan padanya puisi “Stille Nacht! Heilige Nacht!” sehubungan dengan permintaan Gruber yang ingin menggabungkan dalam karya musiknya untuk dua suara, paduan suara dan permainan gitar, Gruber menyelesaikannya karyanya itu pada hari yang sama, dengan judul “Silent Night”, dan pertama kali diperdengarkan sepanjang Midnight Mass di St. Nikolaus.

Jemaah yang memenuhi gereja tersebut menerima karya itu dengan sambutan yang luar biasa. Tetapi meski mendapat sambutan luar biasa tidak serta merta karya “Silent Night” ini menjadi lagu wajib yang dimainkan di seluruh lapisan dunia saat menjelang Natal. Ketenaran “Silent Night” menjadi mendunia tidak lepas peranan pembuat organ Karl Mauracher yang secara rutin menangani masalah pemeliharaan instrument musik terutama organ di gereja tersebut.

Saat ia mendengar karya tersebut, kemudian ia mengkopi dan memperkenalkan “Silent Night” pada dua grup terkenal Austria “Family Singers” dari Ziller Valley, The Rainners dan The Strassers. Para penyanyi ini kemudian membagi tugas menyanyikan “Silent Night” untuk diperkenalkan pada dunia tahun 1822. The Rainers menyanyikan lagu tersebut di Russia pada awal tahun 1822 atas permintaan yang berkuasa Tsar Alexander I.

Tahun 1839 the Strassers memperkenalkannya di Amerika Serikat. Meskipun “Silent Night” dibuat dan dicetak pertama kali tahun 1819, beberapa kalangan mempercayai bila karya tersebut sebenarnya adalah sebuah karya tradisional folk song Tyrolean yang tidak dapat diurut garis asal usulnya. Seiring berjalannya waktu, lagu tersebut menjadi kian terkenal keluar dari benua Eropa. Hingga Joseph Mohr meninggal dunia sementara sang komposernya belum juga diketahui.

Meskipun Franz Gruber pernah menyatakan bahwa dialah sang komposer tersebut, namun melodynya banyak yang mengasumsikan ditulis oleh Haydn, mungkin Mozart atau Beethoven. Selama beberapa waktu hal ini menjadi perdebatan panjang. Kontroversi terus membayangi selama empat tahun saat karya tangan autentik Joseph Mohr aransemen “Stille Nacht” hilang. Kabarnya di sudut kanan atas aransemen autentik tersebut, Mohr menuliskan “Melodie von Fr. Xav. Gruber.” Munculnya beberapa rumor ini tidak membuat Gruber bergeming. Ia tetap tidak mau berkomentar tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Baru tahun 1855 ia berani berbuat sesuatu untuk menjawab rumor terserbut, dengan mempublikasikan untuk pertama kalinya sebuah karya asli dari tulisan Mohr disertai dengan melodi original yang ditulis atas namanya sendiri.

Gruber juga dikenal sebagai komposer yang aktif dan banyak menghasilkan karya. Sebuah katalog dari hasil tulisan tangannya asli dipublikasikan tahun 1989 berisikan lebih dari 60 karya Gruber, belum termasuk lebih dari dua dozen karya religius yang berhubungan dengan peribadatan, dan sekitar 35 lagu. Selain itu Gruber juga menulis musik dansa dan membuat sejumlah aransemen dari melodi yang sudah popular yang sebagian besar diambil dari opera.

Sepanjang hidupnya, Franz Xaver Gruber telah menghasilkan sejumlah aransemen orchestra dari sejumlah komposisinya. Sedangkan aransemen gitar originalnya tidak ditemukan, hilang. Tetapi lima lainya karya tangan asli Gruber ada. Beberapa karya asli Joseph Mohr adalah untuk gitar dan ini kemungkinan adalah penutup dari aransemen dan melodi lagu saat Midniht Mass di tahun 1818. Tetapi diluar semua aktivitas dan karyanya itu, “Silent Night” adalah yang benar-benar diterima oleh publik.

Dalam perjalanan hidupnya, keluarga Gruber pernah memutuskan untuk menetap di Hallein, yang saat ini didirikan The Franz Xaver Gruber Museum. Di dalamnya furniturnya disusun sedemikian rupa seakan menjelaskan sejarah terciptanya “Silent Night”, dengan memajang gitar Joseph Mohr. Perabot itu sendiri merupakan furniture asli milik keluarganya. Makam Gruber berada di luar rumah dan didekorasi dengan sebuah pohon Natal di bulan Desember.

Terlepas dari semua kontroversi, “Silent Night” adalah sebuah keajaiban. Kata-katanya mengalir berasal dari imajinasi sebuah kata yang tidak lekang waktu. Musiknya ditata oleh seorang musisi yang tidak melihat latar belakang sebuah daerah. Tidak ada selebriti yang menyanyikan lagu tersebut saat pertama kali ditampilkan dihadapan publik. Belum lagi kekuatan pesan yang terkandung begitu mendalam dan membawa kedamaian seakan mampu menerobos semua batas lapisan dan bahasa, dan mampu menaklukan hati semua orang yang mendengarnya dari mana saja. (dini)

 

Article Bottom Ad