Pianis Cilik Dengan 90 Penghargaan

3125

Article Top Ad

lihat permainan Nathasia klik:

DUNIA musik penuh dengan anak-anak yang memiliki bakat istimewa. Salah satunya adalah Nathasia Djong. Pianis cilik yang baru genap berusia 6 tahun pada 29 Mei 2021 yang lalu itu mengemas 88 penghargaan dari berbagai kompetisi piano di dalam dan luar negeri, sejak dia belajar piano sejak usia 2 tahun. Selain itu Nathasia juga meraih pengargaan  9 penghargaan dari lomba akademik, robotik dan violin, serta mendapat penghargaan dari  18 kali penampilannya di depan publik.

Kelahiran Tangerang 29 Mei 2015 ini baru saja membukukan prestasi dengan meraih tujuh penghargaan selama bulan Maret 2021 hingga Mei 2021 dari lima kompetisi yang diikuti. Antara lain meraih Gold Award Class 29 JT Class A Bangkok International Competition, Gold Award Class 1- Kids Bangkok International Competition,  2nd Place Class A – JT HKYPAF, Hongkong, 2nd Place Pre-Junior Class HKYPAF, Hongkong, dan 1st Prize Toodler category Piano House Competition, New York. Terakhir, pada Mei 2021 lalu pianis yang juga putri pertama dari guru piano Lidiana Bunyamin ini meraih 1st Prize plus Master Class Free Children A Viva La Musica, dan meraih  Bronze Toodler WPTA di Finlandia.

Article Inline Ad

Dengan kesuksesan Nathasia ini, ia menambah pundi-pundi penghargaan di bidang piano menjadi 74 penghargaan, sepanjang dirinya mulai belajar piano sejak usia 2,2 tahun.      Selain Piano, Nathasia juga meraih penghargaan di beberapa bidang antara lain di bidang vokal sebanyak 5 penghargaan, violin satu penghargaan, robotic 2 penghargaan dan di bidang akademi 6 penghargaan.

Nathasia juga telah tampil di pangung konser nasional maupun internasional sebanyak 18 kali. Memasuki usianya yang keenam tahun pada 29 Mei 2021  yang lalu itu, Nathasia telah mengumpulkan 106 penghargaan. Sebuah pencapaian spektakuler untuk anak usia 6 tahun.

Dari prestasi akademik dan non akademik, Nathasia kini mencoba menjajaki bidang tarik suara di aplikasi Bintang Kecil. Setelah melewati berbagai babak  performance sampai babak penyisihan dan akhirnya final itu juara 1  dan menjadi   performer di acara talk show bersama kak Seto dengan tema “Pengaruh Musik Terhadap Pembentukan Karakter anak”.

Yang terbaru, Nathasia juga menjadi bagian dari Lang Lang and Friends. “Saya senang banget dapat email dari Lang Lang dan mendapat kesempatan tampil di virtual Lang Lang and Friends Concert, April yang lalu. Setiap permainan Nathasia mendapat respon yang sangat positif dari Lang Lang,” kata sang mama Nathasia, Lidiana Bunyamin.

Tertang pencapaian itu, Lidiana Bunyamin, sang mama yang juga guru pianonya mengatakan, sangat bahagia sekaligus sangat bangga, dan bersyukur. “Karena di usia Nathasia yang belia, setidaknya dia memberikan banyak inspirasi kepada anak-anak seusianya untuk bermain musik dan menyukai musik. Sejak usia 2,5 tahun Nathasia sudah mulai tertarik dengan musik. Saya ingat bagaimana dia ikut memperhatikan saya ketika sedang mengajar. Dan ketika saya sudah selesai mengajar, Nathasia langsung duduk di kursi piano dan memainkan jari-jarinya di atas tuts piano,” katanya.

Nathasia  pertama kali belajar piano pada usia 2 tahun 2 bulan dan mulai mengikuti kompetisi piano pada usia 3 tahun 6. Menurut Lidiana, putri semata wayangnya itu memiliki bakat musik yang kuat dan kemauan belajar yang tinggi. Dalam usia yang masih belia, Nathasia dinilai telah memiliki tanggungjawab dan kemandirian yang sangat baik. “Dalam hal latihan, dia tidak pernah saya paksa karena dia sudah tahu tanggungjawab dan tugasnya. Dia juga punya mental yang kuat, berani menghadapi tantangan, dan menyukai hal-hal baru dan berani mencobanya,” ujar Lidiana.

Melihat bakat dan minatnya yang tinggi pada dunia seni, khususnya musik, sejak awal Lidiana telah menyiapkan jalan bagi Nathasia untuk berkarier di musik bagi masa depannya. “Saya membimbing dia, karena memang saya melihat antusiasmenya dan passion-nya yang besar dengan musik. Setiap malam selesai saya mengajar, selalu saya luangkan waktu untuk temanin dia latihan. Sama seperti saya mengajar murid saya pada umumnya,  saya berikan dia partitur lalu dia membaca dan berlatih,” kata Lidiana.

Mendurut Lidiana, tidak sulit mengarahkan Nathasia, karena Nathasia secara pribadi sangat menyukai musik. Bahkan tidak hanya piano, tapi juga vokal. Setiap hari dia sudah tahu tugasnya apa aja. Dia akan menyelesaikan semua latihan, sebelum  dia menyalakan TV dan  melakukan kegemaran lainnya.

Lidiana menambahkan, sebagai orangtua, dia akan memfasilitasi apapun yang dibutuhkan Nathasia dalam mengembangkan bakatnya.  “Saya percaya semua akan ada hasilnya di masa depan, jika sejak awal dipersiapkan dengan baik,” kata Lidia. (eds)

Article Bottom Ad