Senam Jari

19

Article Top Ad

Dr. Hendry yang terhormat,
Saya ingin bertanya apakah ada yang namanya latihan senam jari yang bisa dilakukan untuk pemula dalam bermain piano. Saya berada pada tahap awal belajar dan ingin memperbaiki kekuatan dan ketangkasan jari-jari saya. Apakah Anda memiliki saran latihan yang efektif? Terima kasih atas perhatiannya.

Salam,
Johnny Y
Bandung

Saudara Johnny yang terhormat,
Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sebelumnya, saya belum pernah mendengar mengenai “senam” khusus jari untuk para pemain piano. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan adanya latihan tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman, hampir segala hal yang kita bayangkan atau pikirkan sering kali telah ada atau sedang dikembangkan.

Article Inline Ad

Sebenarnya, saat kita memainkan sebuah alat musik, kita secara tidak langsung telah melakukan latihan senam jari. Saya yakin pasti ada di antara para pembaca Staccato yang sudah pernah mendengar cerita tentang orang-orang yang direkomendasikan oleh dokter mereka untuk mengambil kursus piano sebagai bagian dari terapi untuk menyembuhkan rematik, melenturkan otot tangan, meningkatkan daya pikir otak, dan sebagainya, terutama bagi pasien yang sudah berusia lebih lanjut. Dalam konteks ini, bermain piano dapat dianggap seperti senam jari.

Saya dapat bayangkan bahwa kalau seseorang memainkan piano dan melakukan senam jari secara sadar (tidak hanya sekedar memainkan alat musik), itu akan mendatangkan hasil yang positif, terutama bagi para pianis yang pernah mengalami cedera yang disebabkan oleh teknik permainan yang salah pada masa lampau.

Kalau seseorang melakukan senam jari, saya rasa tentunya akan dilakukan dalam kecepatan yang sangat lambat dan tenang, dimana tiap-tiap jari akan digerakkan perlahan-lahan secara sadar. Hasilnya akan mirip dengan para pianis yang sabar untuk berlatih dengan benar pada tempo yang sangat lambat.

Banyak pianis cenderung berlatih dengan tempo yang terlalu cepat, sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk memperhatikan gerakan jari dan pergelangan tangan mereka secara seksama. Hal ini seringkali mengakibatkan cedera saat bermain.

Jika setiap pianis memiliki tingkat kesabaran yang tinggi untuk berlatih dengan perlahan-lahan dan memperhatikan gerakan setiap jari mereka dengan sadar, seolah-olah sedang melakukan senam jari, tentunya permainan mereka akan berkembang dengan pesat. Selain itu, otak mereka akan memproses informasi dengan lebih jelas dan kesehatan jari akan terjaga dengan lebih baik.

Setelah melakukan sedikit penyelidikan, saya menemukan konsep yang disebut “Piano Yoga”, yang dikembangkan oleh seorang guru piano di Rusia. Piano Yoga dapat dilakukan oleh siapa saja, dari berbagai tingkatan kemampuan dalam bermain piano. Tujuannya antara lain adalah untuk membantu para musisi supaya menjadi lebih fokus dalam berlatih, meningkatkan konsentrasi, memperkuat otot jari dan tangan secara efektif, serta membentuk postur bermain piano yang baik.

Piano Yoga menitik-beratkan beberapa prinsip, seperti gerakan, gravitasi dan pernapasan, yang semuanya ini akan membentuk cara permainan piano yang lebih ‘organik’. Metode ini juga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memberantas rasa stress, serta membantu mengatasi kegugupan saat tampil di depan umum.

Dalam Piano Yoga, seorang pianis melakukan latihan senam jari dengan cara meletakkan jari-jari mereka pada posisi tertentu di atas tuts piano, kemudian menahannya dalam posisi tersebut dengan agak lama sambil mengatur pernapasan secara sadar, mirip dengan prinsip-prinsip yoga pada umumnya.

Seperti halnya olahraga, saya menyarankan untuk melakukan latihan senam jari ini dengan hati-hati dan di bawah pengawasan seorang ahli yang berpengalaman, untuk mencegah kemungkinan terjadinya cedera pada jari-jari Anda. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda dalam menjelajahi topik ini lebih lanjut.

Salam,
Dr. Hendry Wijaya

DOKTOR Hendry Wijaya menarik perhatian dunia tahun 1996 ketika mendapat penghargaan “Young Artist Piano Award” usai memenangkan kompetisi piano yang diselenggarakan Artist International di Amerika Serikat. Ia kemudian diundang tampil di gedung konser terkemuka, Carnegie Hall, dan General Assembly Hall dari Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, dan memperoleh sambutan luar biasa. Ia mendapat beasiswa penuh dari Manhattan School of Music dan tamat sebagai peraih gelar Doctor of Musical Arts (DMA) yang termuda. Berbagai musisi dunia yang pernah membimbingnya antara lain Peter Frankl, Lilian Freundlich, Constance Keene, Michael Ponti, Charles Rosen, Herbert Stessin, Paul Badura-Skoda, dan Robert Weirich. Ia pernah mengajar di Stecher and Horowitz School of the Arts dan Direktur Musik di Music Consortium of Long Island. Kini ia adalah Professor Piano di Westminster Conservatory of Music di Princeton. Di sela-sela kesibukannya, ia meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan yang diajukan pembaca STACCATO berkaitan dengan piano, edukasi dan performing. Kirim pertanyaan Anda langsung ke E-mail Hendry Wijaya: [email protected] atau ke e-mail STACCATO: [email protected]. Selamat mengikuti

Article Bottom Ad