Yakin akan indah pada waktunya Ridwin

606

Article Top Ad

Sempat berat meninggalkan murid-muridnya di Medan ketika Ridwin menerima tawaran menjadi  direktur sekolah musik di Tanjungpinang. Tetapi ia akhirnya menyadari, kepindahannya dari Medan  justru membuka jalan lebih luas bagi kariernya.

 

Kapan Anda mengenal musik?

Article Inline Ad

Saya mengenal musik sejak SD, pertama kali mempelajari alat musik organ di Kawai. Salah satu guru Kawai saya dulu  yang sangat membantu saya dalam mengenal musik adalah Hui Mei yang sekarang sudah bergabung menjadi guru di Yamaha Musik. Yang paling berpengaruh dalam karier musik saya adalah terutama orangtua saya, dimana beliaulah yang mendorong saya untuk serius belajar musik, di samping juga guru-guru saya. Pada tahun 1993, saya juara 1 dalam acara Yamaha Electone Festival tingkat Sumatera Utara dan juga tingkat regional Sumatera.

 

Mulai mengajar musik kapan?

Saya mulai mengajar musik sejak kelas satu SMA sebagai guru privat alat musik organ. Setelah lulus Yamaha Conservatory tahun 1996, saya memutuskan untuk mengajar full di sekolah musik Era Musika Medan selama tujuh belas tahun dari 1996 hingga 2013. Setelah itu saya lanjut mengajar di Yamaha Tanjungpinang selama 6 tahun dari 2013 hingga 2019.

 

Mengapa tertarik mengajar musik?

Karena saya memang dari awal kepingin jadi pengajar musik. Saya tertarik untuk mengajar organ karena saya memiliki skill dalam bermain organ dan banyak permintaan dari para orangtua murid yang meminta saya mengajar musik secara privat di rumah mereka masing-masing. Mengajar musik itu sesuatu yang menarik bagi saya karena dengan  mengajar musik kita dapat merasakan kepuasan sendiri melihat perkembangan kemampuan murid dari nol hingga mahir dalam bermusik. Dan bagi saya,  mengajar musik adalah karena saya dapat  bekerja sesuai dengan passion saya.

 

Apa yang menantang dalam mengajarkan musik?

Hal yang paling menantang menjadi guru musik adalah bagaimana cara untuk mendidik murid agar dapat berkembang dan berprestasi lebih tinggi dalam bermusik. Menurut saya, mengajar musik itu sebuah seni tersendiri. Kenapa? Karena tiap hari kita berhadapan dengan anak-anak yang dengan karakternya yang berbeda, menuntut kita sebagai guru untuk selalu mencari pendekatan mengajar yang sesuai dengan karakter setiap murid. Inilah yang menantang dan mengasyikan

Bagaimana ceritanya Anda pindah dari Medan ke Tanjungpinang?

Pada tahun 2013, saya mendapatkan tawaran dari teman, yang juga pemilik sekolah musik Yamaha,  untuk menjabat sebagai direktur di sekolah musik Yamaha di Tanjung Pinang yang baru dibuka, yang juga miliknya. Selain sebagai direktur, saya juga masih diperbolehkan untuk mengajar musik. Saya tertarik karena pada akhirnya saya bisa menjadi karyawan tetap dan dapat belajar lebih banyak tentang manajemen perusahaan, khususnya bagaimana mengelola sekolah musik.

 

Mengapa Anda kemudian mendirikan sekolah musik sendiri?

Setelah bekerja selama 6 tahun di Yamaha Tanjungpinang, ada perbedaan pendapat dengan atasan, dan hal tersebut tidak ada titik temu, sehingga saya memutuskan untuk resign. Sempat terpikir untuk kembali ke Medan sebenarnya, tetapi terpikir juga  anak saya terlanjur bersekolah di Tanjungpinang, dan akan repot kalau harus pindah ke Medan lagi karena sekolahnya tinggal satu tahun lagi. Setelah kami pikir bersama keluarga, akhirnya sejak 1 Februari 2019, saya memutuskan untuk tetap tinggal di Tanjungpinang, kembali ke habitat sebagai pengajar musik privat hehehe….Sebenarnya saya tidak berpikir membangun sekolah musik sendiri kecuali ngajar privat biasa, sekedar untuk menyambung hidup. Tapi ternyata banyak yang berminat untuk belajar ke saya. Lama-lama gak muat juga rumah saya.

 

Apa yang Anda lakukan?

Setelah saya mengajar di rumah selama beberapa bulan sampai akhir Juni 2019, dari segi jumlah murid dan jumlah ruangan yang tersedia untuk mengajar sudah tidak mencukupi. Maka sejak dari itu pada tanggal 1 Juli 2019, saya memutuskan menyewa ruko dan mendirikan sekolah musik sendiri. Keputusan untuk menyewa ruko ini sebenarnya dilematis karena selain harga sewa tinggi, belum lagi saya harus merenovasi menjadi layaknya sekolah musik, disamping menyiapkan sarana dan prasarana lain,  misalnya saya harus menyiapkan alat musiknya. Dan ini tidak murah.  Tapi karena tidak ada pilihan lain, ya sudah…jalan terus hehehe…meski harus berkorban. Saya bersyukur banyak teman, kolega, dan saudara-saudara saya mendukung dan membantu dalam hal ini. Pokoknya jalan sajalah hahaha…

Adakah masalah yang Anda temui setelah membuka sekolah sendiri?

Banyak hahaha…Kesulitan pertama adalah dari segi mencari guru musik. Dengan bertambahnya jumlah murid, saya dan istri kualahan menanganinya. Tak mungkin saya tangani berdua. Jadi mesti cari guru. Masalahnya, di Tanjungpinang sendiri untuk men-    dapatkan guru musik yang berstandar internasional agak sulit dan sangat terbatas. Oleh karena itu saya memerlukan dukungan dari teman-teman di kota lain untuk merekomendasikan guru musik untuk mengajar di Tanjungpinang. Yang kedua, mindset masyarakat Tanjungpinang belum seluas cara pandang orang-orang kota-kota besar lainnya soal pembelajaran musik. Kalau di Medan misalnya, karena kota besar, orangtua beli alat musik terlebih dahulu lalu memberikan anaknya les. Sedangkan kalau di Tanjungpinang kebalikannya. Jadi kami harus memberikan pemahaman lebih dulu bahwa belajar bermusik itu penting. Belajar musik itu perlu proses panjang, tidak bisa instan. Hari ini belajar, minggu depan sudah bisa. Gak bisa. Jadi kami harus benar-benar mengedukasi dan memberi pemahaman kepada masyarakat dari nol untuk mencapai pemahaman yang sama dengan orang-orang kota besar.

 

Keyakinan seperti apa yang membuat Anda berani menghadapi kesulitan dan tantangan saat Anda memutuskan bikin sekolah musik sendiri?

Saya berani menghadapi kesulitan membuka sekolah musik sendiri karena saya melihat semangat dari murid yang belajar dengan saya dan istri, begitu besar. Kami mendapat dukungan yang luar biasa dari orangtua murid juga. Jadi ada semacam tanggungjawab moril yang tidak bisa saya hindari, khususnya kepada mereka yang saya ajar ketika saya masih di Yamaha Tanjung pinang. Mereka mengharapkan saya untuk tetap mengajar. Selain itu, hidup saya memang di musik. Jadi nggak mungkin saya kerja lain. Pernah terpikir kembali seja ke Medan, tetapi mungkin saya harus berangkat dari nol lagi di sana karena sudah cukup lama saya meninggalkan Medan. Lalu saya pikir, kenapa tidak merintis di Tanjungpinang saja yang sudah ada murid. Waktu itu yang jadi pikiran memang soal tempat dan fasilitas saja yang jadi kendala. Syukurlah semua itu sudah terlewati

 

Langkah apa saja yang dilakukan setelah Anda membangun sekolah musik sendiri?

Yang pertama tentu menata kurikulum pengajaran. Ini penting karena kurikulum inilah yang jadi pemandu pengajaran musik bisa berjalan dengan baik. Kedua, kita harus memastikan adanya fasilitas ujian. Ketiga, kita harus menyediakan alat musik yang bagus dan sesuai standar internasional agar murid bisa berprestasi. Lalu kita harus sering mengadakan acara musik seperti konser, lomba, ujian agar murid lebih semangat. Prospek dalam belajar musik di Tanjungpinang cukup bagus dan masyarakatnya antusias untuk belajar musik. Jadi, sebagai penyelenggara pendidikan musik, saya harus menjawab semua kebutuhannya

 

Apa visi dan misi Anda dalam mengajar musik?

Bagi saya, belajar musik adalah tentang bekerja sama, dan tentang partisipasi. Visi saya adalah bagaimana agar musik bisa dipelajari dan dinikmati oleh sebanyak mungkin orang. Karena itu saya mendorong sebanyak mungkin murid-murid yang berbakat dan mencintai musik untuk menjadi yang terbaik, dalam level mereka.  Misi saya dalam mengajar musik adalah dengan membuat pengajaran musik yang menyenangkan, yang menginspirasi dan yang memotivasi. Bukan pengajaran yang menjadikan musik sebagai hal yang ditakuti atau membosankan. Karena saya memiliki banyak murid dengan usia dan kemampuan yang berbeda, anak-anak dengan minat dan latar belakang yang berbeda juga, ini berarti memperluas jenis musik yang kami pelajari. Menyanyikan dan mainkan lagu berarti mengembangkan instruksi dan pemrograman kreatif untuk memungkinkan setiap anak menemukan ritmenya, atau kesukaannya. Kami membantu siswa untuk menciptakan pengalaman dan pertunjukan transformatif yang dapat dinikmati oleh setiap anak, secara setara dan dengan sukacita.

 

Apa filosofi  hidup Anda, sebagai pribadi maupun guru musik?

Sebagai seorang guru musik saya harus memberikan pengajaran yang terbaik dan maksimal untuk murid dari segi kemampuan dan pengetahuan bermusik serta memberikan motivasi untuk berpikir positif.

 

Apa yang Anda anggap sebagai  kriteria  paling penting dari seorang guru piano yang baik?

Menurut saya, guru piano yang baik itu  seseorang yang  menunjukkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kesabaran. Ini sangat penting bagi guru yang tertarik untuk mengajar siswa dalam aspek kinerja dan teknis musik. Mereka harus harus hidup penuh disiplin, rajin latihan untuk diri sendiri, tidak boleh pelit ilmu, dan harus memiliki motivasi untuk maju.

 

Pengalaman  seperti apa yang pernah Anda rasakan dan alami sepanjang kariernya sebagai guru piano?

Dalam mengajar musik tentu banyak hal suka maupun duka yang kita alami. Sukanya adalah ketika saya mengajarkan murid sejak ia masih kecil sampai besar dan saya dapat melihat perkembangannya dengan pesat seiring dengan waktu dan usia mereka. Tapi juga ada dukanya, misalnya ketika orangtua tidak mendukung perkembangan anaknya dan tidak menyediakan  alat musik tetapi berekspektasi anaknya harus lebih pintar dibandingkan dengan lainnya meskipun latihan sangat minim.

 

Nasihat apa yang Anda berikan kepada seseorang yang ingin membangun karir sebagai pianis?

Orang-orang  yang bermain piano,  baik pemula atau mahir,  selalu bercita-cita untuk menjadi lebih baik saat bermain. Setiap orang cenderung ambisius, tetapi banyak yang kecewa ketika mereka menemukan kemajuan mereka hanya bergerak lambat. Jadi untuk bisa menjadi seorang pianis yang baik, tentu dia harus berbakat. Tetapi bakat saja tidak cukup. Dia harus konsisten dengan pilihannya, memiliki komitmen yang kuat dan disiplin waktu yang ketat, utamanya untuk latihan.

 

Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana Anda  menghadapi siswa yang kurang memiliki motivasi  dalam proses belajar musik piano khususnya?

Untuk menghadapi siswa yang kurang memiliki motivasi bermusik, kita dapat memberikan watching class murid- murid lain yang seumuran maupun lebih kecil sebelum les agar dapat memotivasi dan juga menginspirasi untuk belajar lebih serius. Jika ada perkembangan, kita menghargai dengan cara memberikan pujian dan juga souvenir sederhana untuk murid. Dan juga yang penting adalah, sebagai guru kita harus mengetahui mengapa murid tidak memiliki motivasi? Dari sini kita bisa menentukan pendekatan seperti apa yang akan dilakukan agar murid kembali belajar musik dengan antusias dan gembira

 

Bagaimana penilaian dan pendapat Anda tentang ujian musik, kompetisi musik, dan konser musik?

Bagi saya ketiganya adalah bagian tak terpisahkan dalam proses belajar musik. Ujian diperlukan untuk mengetahui sejauhmana proses pembelajaran menunjukan kemajuan. Kompetisi juga diperlukan untuk melatih mental dan mengukur sejauh mana kemampuan kita, sekaligus belajar dari orang lain. Asalkan dilihat dari sisi baiknya, kompetisi memiliki nilai positif dalam proses belajar. Sedangkan  konser atau festival juga sangat diperlukan untuk aktualisasi murid, setelah mereka belajar dalam rentang waktu tertentu.

 

Apa yang Anda anggap sebagai konsep yang paling penting diberikan kepada siswa pemula, dan siswa tingkat lanjut?

Ajarkan hanya apa yang dapat dipelajari siswa. Atau lebih baik, ajarkan sebagian besar dari apa yang dapat dibagikan secara aktif dengan siswa. Untuk siswa pemula yang terpenting adalah pemahaman tentang teori musik itu sendiri seperti ketukan, not balok dan juga cara memainkan alat musik dengan benar. Untuk siswa tingkat lanjut memerlukan banyak latihan agar skill bermusik meningkat dan penjiwaan bermusik lebih baik.

 

Belajar piano untuk ujian vs belajar piano untuk bersantai. Apa pendapat Anda?

Belajar piano untuk ujian dapat meningkatkan kemampuan dan pengakuan melalui kenaikan tingkat. Belajar musik untuk bersantai bagus juga karena dapat menghilangkan stres dan bisa mencintai musik itu sendiri melalui lagu kesukaannya. Menurut saya keduanya penting dan bagus.

 

Sebagai guru piano, apa hikmah dari perjalanan Anda hingga saat ini dan apa rencana Anda ke depannya?

Secara khusus saya berterimakasih kepada Sekolah Musik Yamaha Tanjungpinang. Saya senang bisa bergabung selama 6 tahun, dan saya merasa mendapatkan banyak ilmu, utamanya bagaimana mengelola sekolah musik. Pengalaman itulah yang juga menguatkan saya untuk membangun sekolah musik sendiri sekaligus mewujudkan impian saya  memasyarakatkan pembelajaran musik, khususnya piano, di Tanjungpinang. Mimpi saya adalah mensejajarkan Tanjungpinang setara dengan kota-kota besar di tanah air dalam hal pendidikan musik. Dan kalau boleh bermimpi, saya ingin mendirikan universitas musik di kota ini hehehe….

 

Apa pesan Anda kepada siswa dan guru musik di tengah pandemi saat ini

Jaga kesehatan, dan tetap semangat. Berprestasi terus meskipun di tengah pandemi, dan yakin akan indah pada waktunya.  (eds)

Article Bottom Ad